10 Kuliner Jogja Wajib Dinikmati

10 Kuliner Jogja Wajib Dinikmati

Pesona Jogja sudah tidak terbantahkan lagi. Bukan saja pesona alam dan budayanya, pesona kulinernya juga selalu menjadi pilihan wisatawan. Apalagi pada saat liburan Idul Fitri nanti. Beragam kuliner khas yang lezat siap memanjakan wisatawan yang mengunjungi Jogja.

“Jogja merupakan salah satu daerah yang menyimpan kekayaan kuliner. Makanya asik banget rasanya kalau berwisata kuliner di Jogja. Beragam makanan tradisional dan merakyat tersaji lengkap disini. Berwisata kuliner di Jogja selalu menyenangkan,” ujar Ketua GenPI Jogja Nunung Elisabet, pekan lalu.

Memang benar adanya, Jogja kota yang tak pernah mati untuk soal makanan, bahkan disaat lebaran tiba. Dari pagi sampai lewat tengah malam, banyak kuliner khas yang bisa kita nikmati. Jadi tidak perlu takut buat kehabisan stok makanan disini. Berikut #10TopPesonaKulinerLebaranJogja yang wajib dicicipi bila berwisata ke Jogja menurut situs perjalanan TripAdvisor. Yang menjadi #PesonaKulinerLebaran2018.

1. Gudeg
Kuliner yang satu ini merupakan pilihan utama jika berkunjung ke Jogja. Bahkan kuliner ini menjadi nama lain dari Jogja itu sendiri. Soal pilihan tidak perlu bersusah payah. Ada banyak nama Gudeg legendaris di Jogja.

Dari mulai Gudeg Yuk Djum, Gudeg Sagan hingga Gudeg Bromo di Jalan Gejayan siap menemami wisata kuliner wisatawan. “Bahkan jika tidak ingin bersusah payah, wisatawan dapat mengujungi sentra Gudeg di Wijilan. Tepatnya di sebelah timur Alun-Alun Utara Jogja,” gadis yang akrab disapa Elza itu.

2. Brongkos
Kuliner yang satu ini mempunyai rasa yang khas. Sehingga selalu dicari saat Lebaran tiba. Walau pun belum ada sejarah yang menceritakan secara runtut bagaimana brongkos bisa hadir di Jogja. Tapi yang jelas, masakan ini sudah menjadi menu sarapan orang-orang Jawa jaman dulu.

Sekilas, masakan ini memang mirip dengan rawon. Namun, ketika Anda memperhatikan dengan seksama, perbedaan keduanya cukup ketara. Walaupun kuahnya sama-sama cokelat, kuah brongkos akan nampak lebih kental dan rasanya pun lebih gurih. Ini karena brongkos menggunakan santan pada kuahnya.

Perlu dicatat, brongkos konon merupakan menjadi santapan kaum ningrat. Pasalnya bahan baku brongkos yang menggunakan daging sapi membuat hanya kaum darah biru saja yang dulu mampu menikmatinya. Namun seiring perkembangan jaman, saat ini telah banyak warung yang menyediakannya.

“Contohnya warung makan Bu Rini. Warung ini berada persis di sebelah timur Plaza Ngasem atau di Kampung Taman, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Warung makan ini telah ada sejak tahun 1973,” ucap Elza.

3. Soto Kadipiro
Kuliner legendaris Jogja ini menjadi makanan khas Jogja sejak tahun 1912. Sekarang ini Soto Kadipiro mempunyai 4 cabang yang tersebar di sepanjang Jalan Wates.

Soto Kadipiro didirikan Almarhum Karto Wijoyo pada tahun 1921. Kemudian usaha Soto Kadipiro dilanjutkan oleh generasi kedua yaitu Widadi Dirjo Utomo. Hingga sekarang Soto Kadipiro telah memiliki cabang di daerah Kalasan, Sleman, Kulonprogo dan Sentolo. Sensasi rasa soto ini ternyata banyak dicari orang.

“Rasanya lezat, segar dan gurih. Kelezatan masakan ini bukan hanya dari penyedap makanannya sendiri akan tetapi berasal dari racikan bumbu-bumbu tradisional hasil dari resep asli Almarhum Karto Wijoyo,” kata Elza.

4. Mie Lethek

Mie Lethek merupakan kuliner khas dari Bantul. Mie Lethek secara harfiah berarti mie ‘kotor.’ Penamaan ini merujuk pada tampilan mie yang tak secerah mie kering lain. Mie Lethek berwarna kecokelatan karena dibuat dari tepung singkong dan gaplek (singkong kering).

Mienya pun di olah secara tradisonal. Bahkan untuk proses penggilingannya juga masih menggunakan sapi sebagai tenaga penggerak gilingannya.

Mie Lethek enak diolah dengan cara direbus maupun digoreng. Umumnya memakai bumbu sederhana seperti bawang putih, kemiri, merica dan garam. Pelengkapnya juga istimewa berupa suwiran ayam kampung dan telur bebek. Walau pun hanya kuliner desa, soal cita rasa tidak perlu diragukan.

“Mie Letek merupakan kuliner favorit Mantan Presiden Amerika Barack Obama ketika berkunjung ke Jogjakarta loh. Yaitu di Warung Bumi, Imogiri, Mangunan, Bantul,” ujar Elza lagi.

5. Sate Klatak

Sate klatak juga merupakan kuliner khas daerah Bantul. Sate ini memiliki keunikan dan berbeda dengan sate biasa. Pada proses pembakaran sate klatak hanya dibumbui garam saja dan polos warnanya. Tidak seperti sate pada umumnya yang dibumbui lengkap dengan bumbu kacang atau kecap manis. Pemyajiannya pun unik, yaitu dengan kuah gule kambing yang kental.

“Kuliner ini banyak ditemui di daerah Bantul terutama yang di Jalan Imogiri Timur, Pleret, Bantul. Salah satu yang paling nge-hits adalah Warung Pak Pong,” ucap Elza.

6. Oseng-oseng Mercon
Bagi pencinta kuliner pedas, kuliner yang satu ini merupakan kuliner yang wajib dikunjungi. Nasi putih panas dipadu oseng-oseng super pedas meledak di mulut. Kelezatan kikil bercampur aneka bumbu dapur menggoyang lidah, menuntut kita untuk pantang berhenti menyuap.

Mercon, yang dalam Bahasa Indonesia adalah petasan menjadi nama kuliner bukan tanpa sebab. Buntelan mesiu yang sering dipakai dalam perayaan Imlek dan meramaikan Lebaran ini seolah meledakkan dirinya di mulut. Seperti pejuang berani mati yang mengantar bom ke sarang musuh.

“Begitulah oseng-oseng racikan Jogja meluluh lantakkan kita. Yang paling nge-hits tentunya Oseng-oseng Mercon Bu Narti di Jl. KH Ahmad Dahlan dekat RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta,” terang Elza.

7. Tengkleng Gajah Jakal
Tengkleng Gajah sudah pasti masuk kedalam daftar wisata kuliner Anda. Tengkleng Gajah merupakan olahan kambing dalam porsi “gajah” alias potongan tulangnya berukuran jumbo.

Tengkleng yang diolah dengan bumbu dan rempah-rempah khusus sehingga menciptakan citarasa yang khas. Rasanya maknyus. Warung Tengkleng Gajah ini terletak di Dusun Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Sleman.

“Bukan hanya Tengkleng loh yang bisa dinikmati di warung inj. Ada juga sate, tongseng, dan nasi goreng kambing. Total ada 11 menu olahan daging kambing dapat Anda cicipi disini,” ucap Elza lagi.

8. Walang Goreng
Kuliner yang satu ini menambah perbendaharaan kuliner khas Jogja. Apalagi kuliner ini cukup unik, yaitu kuliner ekstrim belalang atau walang goreng. Rasanya gurih dan renyah.

Terlebih lagi, kandungan gizi yang terdapat dalam belalang ternyata tidak kalah dibandingkan dengan sumber protein lainnya, seperti daging sapi.

“Walang Goreng merupakan sensasi lain yang ditawarkan kuliner Jogja. Penjual Walang Goreng banyak dijumpai di sepanjang perjalanan menuju tempat-tempat wisata di Gunung Kidul,” kata Elza.

9. Angkringan Lik Man, Kopi Jos
Belum lengkap, kalau ke Jogja tanpa menikmati malam sambil nyeruput kopi jos di Angkringan Lik Man yang tersohor. Angkringan Lik Man menawarkan suasana Jogja yang kental, sekental kopi jos racikannya.

Kopi jos sendiri adalah sajian minuman kopi dengan tambahan arang yang masih membara yang dimasukkan langsung kedalam kopi. Rasa sangit dari arang bercampur dengan aroma kopi membuat sensasi ngopi anda menjadi tidak biasa.

Selain kopi joss, minuman lain seperti teh nasgithel, jahe hangat, susu jahe hingga minuman tape ketan juga layak Anda coba. Sajian makanan angkringan ini juga beragam.

Dari mulai nasi kucing, sate kerang, sate usus, sate telur dan beragam kuliner khas angkringan ada disana. “Pokoknya belum ke Jogja kalau belum ngangkring,” imbuh Elza

10. Bapia
Kuliner yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Bapia adalah kuliner yang menjadi oleh-oleh wajib jika berkunjung ke Jogja. Bakpia sebetulnya adalah kue yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula, dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung kemudian dipanggang. Tapi kini telah banyak di olah dengan beragam isian lain yang tidak kalah lezatnya.

Kampung Pathuk adalah salah satu sentra Bapia tertua di Jogja. Bermacam merek bapia legendaris berasal dari kampung ini. Ada Bakpia Pathok 25, Bakpia Patuk 75 merupakan legenda dari kampung ini.

“Kini pun banyak Bapia lainnya yang dapat anda beli untuk dijadikan oleh-oleh khas Jogja. Tampilan serta rasanya pun lebih kekinian. Tinggal pilih sesuai selera Anda,” pungka Elza.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sumringah ketika ditanya mengenai kuliner khas dari Jogja. Menurutnya lezatnya kuliner Jogja merupakan salah satu jaring yang membuat wisatawan mengunjungi Jogja.

“Kuliner di Jogja itu luar biasa. Semua enak-enak. Harganya juga murah-murah. Apalagi Jogja yang juga sudah masuk kedalam destinasi kuliner tingkat dunia yang sudah disertifikasi United Nations World Tourism Organization (UNWTO). Jadi silahkan datang dan nikmati lezatnya kuliner Jogja. Salam #Genpi #PesonaIndonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (ist)

Bagikan artikel ini