2018 PDAM Surabaya Target Layani 100%

2018 PDAM Surabaya Target Layani 100%

Sudah menjadi agenda tahunan, bahwa setiap tahun ketika memperingati hari ulang tahunnya, PDAM Surya Sembada merayakan bersama seluruh karyawan yang jumlahnya lebih dari 1000 orang. Berbagai bentuk kegiatan diadakan.

Mulai pemberian diskon untuk pelanggan baru, hingga acara yang melibatkan seluruh keluarga besar PDAM Surya Sembada yaitu jalan sehat, fun bike dan puncak acara adanya pagelaran musik dan pembagian hadiah.

Disamping itu, PDAM Surya Sembada juga mendapatkan kado istimewa berupa penghargaan PDAM Berkinerja Keuangan dan Kepatuhan Pembayaran Terhadap Pinjaman Kepada Pemerintah Terbaik ke 2. Penghargaan berupa piagam dan piala tersebut dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Indonesia.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Mujiaman menyampaikan bahwa penghargaan ini berkat kerjasama yang baik dari seluruh karyawan, disamping itu Mujiaman juga mengingatkan bahwa apa yang sudah diperoleh saat ini, harus terus dipertahankan.

“Di tahun 2018, kita harus bisa memenuhi target untuk memberikan kebutuhan air bersih 100 persen kepada seluruh warga Surabaya. Jika kita mampu mempertahankan kondisi seperti saat ini, maka ditahun 2018 kita bisa menyalurkan air sebanyak 12.000 liter per detik,” terang Mujiaman.

Saat ini pencapaian air PDAM Surya Sembada sudah lebih dari 10.000 liter per detik. Pada tahun 2019, bakal mendapat tambahan air dari Umbulan, otomatis akan meningkatkan persediaan air bersih bagi masyarakat Surabaya. “Dan kecepatan debit bisa sampai 13.000 liter per detik,” imbuhnya.

Sejak bulan Agustus 2017, PDAM berhasil melakukan efisiensi hingga 12 persen. Karena itu tanpa bantuan pemerintah, PDAM sudah terbebas dari hutang, jika sebelumnya setiap tahun PDAM harus membayar hutangnya sebesar Rp 2 miliar, uang itu sekarang bisa dipergunakan untuk memperbesar deviden.

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah mencapai 10 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional, juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Jatim dan Surabaya, berarti tingkat kemakmuran karyawan PDAM lebih baik di seluruh Indonesia,” kata Mujiaman.

Bagaimana hal itu bisa didapat, PDAM melakukan efisiensi di berbagai bidang, terutama di sektor operasional. Melakukan pengurangan bahan pembuat air bersih dengan melakukan pemberian bahan di lokasi yang tepat, meningkatkan pengawasan dan menutup celah kebocoran.

“Disamping itu, kita pasang penggantian pipa yang menyebabkan kebocoran, memasang resevoar di tengah kota sehingga memudahkan pencapaian jaringan ke rumah- rumah pelanggan,” sambungnya.

Tahun 2018 Mujiaman berencana menginvestasikan modal sebesar Rp 520 miliar, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 150 miliar. Investasi tersebut berupa pembuatan resevoar, pembelian pipa dan pompa, yang akan dipasang di berbagai titik, terutama di lokasi yang saat ini belum mendapatkan air bersih selama 24 jam.

Dengan demikian, di tahun yang sama, PDAM bisa memberikan jaringan pemasangan baru sebanyak 20.843 rumah. “Otomatis akan mampu memberikan keuntungan sebesar Rp 240 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 215 miliar,” pungkas Mujiaman. (ita)

Bagikan artikel ini