Berkaos Sporty, Jokowi Resmikan KA Bandara

Berkaos Sporty, Jokowi Resmikan KA Bandara

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Kereta Api Bandara Soekarno Hatta di Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Selasa (2/1). Mengenakan kaus lengan panjang warna merah dan sepatu olah raga, Jokowi tiba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta pukul 09.00 WIB.

Juga hadir dalam acara ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri PUPR Basuki Hadimujono, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Presiden Jokowi dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti dilaporkan ANTARANews meresmikan kereta ini dengan menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti.

Setelah itu Presiden meninjau stasiun dan mencoba kereta bandara ke Stasiun Sudirman Baru. Sejak Selasa 26 Desember kereta ini sudah dioperasikan oleh PT KAI dengan jadwal keberangkatan pertama pada 03.47 WIB dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) dengan tarif promo Rp 30.000.

Beberapa waktu lalu Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan harga promo Rp30.000 karena masih dalam tahap uji coba serta agar masyarakat memberi masukan untuk pengoperasian penuh mulai Januari ini.

Mulai 2 Januari 2018 kereta ini bertarif Rp 70.000. “Ini masih dalam prinsip, sebagai pelayanan publik kami harus kompetitif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas,” katanya.

Edi mengatakan kereta bandara terdiri dari enam kereta per rangkaian yang bisa menampung 272 penumpang dan 42 perjalanan.

KA Bandara baru akan beroperasi atau menaikturunkan penumpang di tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Soekarno-Hatta. “Seharusnya dari Manggarai karena Manggarai masih ada pengerjaan, jadi kita doakan mudah-mudahan cepat selesai,” kata Edi.

KA Bandara langsung tersambung ke kereta layang (Skytrain) yang akan terhubung ke Terminal 1,2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta. “Tiket bisa didapatkan di stasiun, karena kami menyediakan untuk pembelian `go show`, mobile aplikasi atau `vending machine`,” ujar Edi. (ant)

Bagikan artikel ini