9 Motor Kustom Indonesia ke Yokohama

9 Motor Kustom Indonesia ke Yokohama

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung Kustomfest Indonesian Attack 2017 tampil di panggung dunia pada acara 26th Yokohama Hot Rod Custom Show yang digelar di Pacifico, Yokohama Jepang, 3 Desember mendatang.

Kustomfest Indonesian Attack 2017 adalah gagasan Kustomfest, penyelenggara Indonesia Kustom Kulture Festival yang digelar rutin setiap tahunnya di Yogyakarta dan sudah memasuki tahun keenam.

“Luar biasa akhirnya tercapai bisa ke Yokohama Hot Road Custom Show yang sudah 26 tahun. Dulu kita pernah berpikir menampilkan custom bike di luar (negeri). Ini sangat luar biasa. Momentum luar biasa untuk membawa bikenya tampil di Yokohama, dibawah sebuah program Indonesian Attack,” ungkap Deputi Pemasaran, Joshua Puji Mulia Simandjuntak.

Director Kustomfest, Lulut Wahyudi, mengakui bahwa ini adalah pertama kali dunia kustom mendapat dukungan dari pemerintah. “Movement ini sudah diakui negara, kami lebih tenang dalam berkarya,” ucap Lulut.

Tahun 2009 lalu, Lulut diundang pertama kali acara kustom motor di Jepang. Kustomfest Indonesian Attack 2017 adalah bukti eksistensi kustom kulture Indonesia di panggung internasional.

Sembilan motor kustom yang berangkat ke Yokohama melalui proses seleksi yaitu builder yang peduli terhadap kustom, memiliki warna bagi builder Indonesia dan futuristic style. Sembilan motor kustom tersebut yaitu karya Custom Concept Industries (Jakarta), Kedux Garage (Bali), Old Crack Cycles (Jakarta), Imagineering Customs (Jakarta), Queen Lekha Choppers (2 motor) (Jogjakarta), Puspa Kediri Custom (Jakarta), Chopperland (Jakarta), dan Smoked Garage (Bali).

“Visinya yang hebat, ingin menunjukkan karyanya di dunia dan membawa nama Indonesia. Kita menyatukan visi kita ke Jepang, bukan untuk menang, tapi menunjukkan nama Indonesia di dunia,” tambah Lulut.

Salah satu builder, Yayak, mengungkapkan rasa bangganya mewakili Indonesia di kancah internasional. “Saya yang di daerah kaget ketika saya harus membawa karya saya untuk bisa sejajar dengan karya orang-orang di dunia. Disana saya akan belajar, saya akan melihat bagaimana di belahan dunia lain kustom kulturnya,” ucap Yayak.

Deputi Pemasaran, Joshua Puji Mulia Simandjuntak, menambahkan tiga tujuan Bekraf diantaranya meningkatkan PDB, tenaga kerja, dan ekspor. Menurutnya, builder Indonesia bisa melaksanakan ketiganya.

Harapannya yaitu Kustomfest mewakili dunia kreatif otomatif Indonesia untuk dikenal dunia luar dan melihat potensi kerjasama dengan builder mancanegara yang bisa menghasilkan devisa.

“Kedepannya ada program lanjutan karena saya perhatikan custom culture ini sebenarnya juga sejalan dengan tujuan Bekraf meningkatkan tenaga kerja. Dalam hal ini kerajinan, sebuah skill yang diaplikasikan di dunia otomotif,” pungkas Joshua. (sak)

Bagikan artikel ini