95 Ners Baru Unair Siap Bersaing

95 Ners Baru Unair Siap Bersaing

Lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti Himne Airlangga menggema di Aula Garuda Mukti, Gedung Manajemen Universitas Airlangga, Kampus C, Selasa (20/2) lalu.

Sebanyak 95 ners atau perawat Fakultas Keperawatan (FKp) Unair dilantik langsung oleh Wakil Rektor IV Unair Junaidi Khotib SSi Apt MKes PhD mewakili rektor.

Pelantikan itu menandai keberhasilan para ners melewati masa-masa yang sulit, pendidikan selama 5 tahun. Yakni, saat menempuh pendidikan di FKp Unair dengan berbagai target kompetensi yang tinggi.

Saat mewakili ners, Gunawan SKep Ns, dalam sambutannya mengungkapkan penghargaan kepada seluruh orang tua. Atas doa serta dukungan mereka, ke-95 ners bisa dilantik pada periode pertama tahun 2018. Termasuk kepada sivitas Unair, terutama FKp, dalam menempa para ners selama ini.

”Semoga doa dan dukungan mereka (orang tua, Red) terus mengiringi langkah kita (ners) untuk mengabdi kepada kemanusiaan. Serta, terus mampu menjunjung tinggi nama besar almamater di manapun pengabdian akan dimulai,” tutur pria berkacamata tersebut.

Dekan FKp Unair Prof Nursalam SKp MNurs menyebutkan bahwa menjadi bagian Unair, ners mesti memiliki kebanggan dan kepercayaan diri yang tinggi. Sebab, meski kini capaian akreditasinya sudah baik, upaya peningkatan kualitas menuju excellent level juga terus dilakukan serta didorong Unair.

”Kalau bapak ibu tahu, FKp Unair merupakan salah satu prodi keperawatan terbaik yang berada di wilayah Indonesia Timur,” ujarnya. ”Karena itu, masuk Unair sangat sulit. Dan, setelah mereka diterima, lulus pun sulit. Jadi, para ners siap mengabdi kepada masayarakat,” ucapnya dikuti tepuk tangan hadirin.

Terbaru, lanjut dia, FKp telah mendapat akreditasi AUN (ASEAN University Network). Yakni, sebuah lembaga sertifikasi prodi untuk wilayah ASEAN, Asia Tenggara. Selain itu, ke depan perbaikan sarana prasarana pendidikan menuju fasilitas yang lebih modern masuk agenda pengembangan FKp berikutnya.

”Saya sampaikan selamat. Dari berbagai daerah di Indonesia ada di sini. Inilah kebhinekaan kita. Insya Allah, para ners yang dilantik hari ini menjadi ners yang unggul, yang mandiri, dan yang mampu bersaing pada era global,” tuturnya.

Menambahkan pernyataan Prof Nursalam, Junaidi mengakui bahwa upaya pencapaian peningkatan akreditasi terus dilakukan Unair. Bukan hanya FKp, tapi juga seluruh fakultas. Hal itu, lanjut dia, merupakan bagian pengembangan Unair sesuai dengan master plan jangka pendek serta panjang yang telah dicanangkan.

”Jangka pendek meliputi lima tahun ke depan. Dan, jangka panjangnya hingga pada 2035,” ungkapnya. ”Dengan itu (standardisasi, Red) kepercayaan diri para lulusan dapat terangkat. Selanjutnya, kontribusi terbaik dari para lulusan dapat dicapai,” tambahnya.

Kepada seluruh ners, Junaidi berpesan untuk menjunjung tinggi kode etik keperawatan. Selain itu, dia mengingatkan masuknya era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) tahun depan. Hal itu, lanjut dia, bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para ners.

”Menjadi peluang ners untuk berkiprah di dunia internasional. Juga, menjadi tantangan masuknya ners luar. Namun, budaya positif melalui stadardisasi kompetensi yang disesuaikan dengan tantangan mesti menjadi bekal para ners untuk memberikan kontribusi terbaik di tempat pengabdian masing-masing,” katanya. (ita)

Bagikan artikel ini