Aceh Siap Ikut Rakit Pesawat N219

Aceh Siap Ikut Rakit Pesawat N219

Aceh segera memasuki era kedirgantaraan sehubungan ditekennya kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk mensinergikan dan mengoptimalkan rencana pengadaan pesawat serta pembangunan assembly line (perakitan pesawat terbang) N219 di Aceh.

Siaran pers yang diterbitkan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin LC MH menyebutkan Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf MSc berada di Singapura, pekan lalu memenuhi undangan PTDI dalam rangka menjalin kerja sama bidang kedirgantaraan.

“Kerja sama tersebut bertujuan untuk mensinergikan dan mengoptimalkan rencana pengadaan pesawat dan pembangunan assembly line pesawat terbang N219 di Aceh,” tulis Mulyadi dengan mengutip penjelasan staf khusus Gubernur Aceh, Hendri Yuzal.

Dijelaskan juga, selain kerja sama pendirian fasilitas assembly line pesawat terbang N219, kedua belah pihak (Pemerintah Aceh–PTDI) juga menjalin kerja sama dalam hal pengembangan sumber daya manusia putra–putri Aceh dalam rangka menunjang pembangunan bidang industri kedirgantaraan di daerah ini.

“Rencana kerja sama ini sudah lama dirintis dan kita bersyukur karena salah satu BUMN besar di Indonesia seperti PT DI berkeinginan membuka assembly line pesawatnya di Aceh,” tulis siaran pers tersebut.

Mulyadi menambahkan, acara penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan PTDI disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Ketiga Menteri Kabinet Kerja tersebut berada di Singapura bersamaan dengan pembukaan Singapore Airshow 2018. Dari Aceh, ikut hadir Kepala Dinas Perhubungan, Zulkarnaini.

Rini Soemarno pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Aceh dalam rangka menjaga wilayah kemaritiman RI.

“Saya sangat mendukung rencana Pak gubernur Irwandi Yusuf, apalagi membeli pesawat dalam rangka menjaga wilayah laut kita dari illegal fishing dan menghambat masuknya narkoba dari luar negeri melalui perairan” ujar Rini. (ist)

Bagikan artikel ini