Ada Malioboronya Kopi di Bondowoso

Ada Malioboronya Kopi di Bondowoso

Pasca Deklarasi Bondowoso Republik Kopi Mei 2016 lalu, Pertumbuhan sektor kopi di Kabupaten Bondowoso sangat pesat. Hal ini ditandai dengan menjamurnya ratusan kedai atau warung dipenjuru Kabupaten setempat.

Dipenghujung tahun 2017 kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso meresmikan Jalan Pelita sebagai Kampung Kopi pertama.

“Ibarat sebuah bayi, Kampung Kopi Pelita ini butuh bimbingan banyak dari semua pihak,” tutur Ketua Paguyuban Kampung Kopi Pelita, Heru Sukamto seperti dikurip Harian Bhirawa, Minggu (31/12) malam.

Ia menambahkan berdirinya Kampung Kopi pertama di Bondowoso ini dilatarbelakangi semangat warga Kampung Pelita yang mendukung penuh gagasan Bondowoso Republik Kopi yang diusung Bupati Amin Said Husni.

Sejak deklarasi pada 2016 lalu kata dia, sudah 27 kedai atau warung kopi berdiri di sepanjang Jalan Pelita. “Terima kasih bapak Bupati. Ini adalah bentuk dukungan bahwa Bondowoso memang sebuah Republik Kopi,” katanya.

Bupati Amin Said Husni yang hadir langsung dalam acara tersebut mengapresiasi inisiatif warga Kampung Pelita. Menurut dia, pertumbuhan kopi Kampung Pelita cukup pesat dikarenakan warga Kampung tersebut pro aktif dalam menerjemahkan visi dan Pemerintah.

“Bulan lalu saya dapat informasi dari Sekda (Hidayat) masih ada 6 atau 7 kedai dan café tapi sekarang ada 27 kedai dan cafe yang tumbuh di Kampung sini,” katanya.

Amin mengatakan jika setiap daerah mempunyai kawasan wisata seperti Malioboro di Jogjakarta, maka kata dia, Kampung Kopi Pelita menjadi tujuan wisata baru di Bondowoso.

“Kalau Jogja punya Malioboro, sekarang Kampung Kopi Pelita jadi Malioboronya Bondowoso,” ujar Amin.

Bupati asal Madura yang kepemimpinannya akan berakhir pada pertengahan 2018 ini juga mengaku bangga karena kopi Bondowoso kini tumbuh tidak hanya di hulu tapi di hilir.

Dia berjanji akan memberikan dukungan penuh pada Kampung ini baik dari sektor wisata, Infrastruktur serta pengembangan SDM sehingga menjadi inspirasi buat yang lain.

“Dipenghujung tahun 2017 ini, saya bangga bisa meresmikan Jalan Pelita menjadi sebuah Kampung Kopi Pelita di Kabupaten Bondowoso.”

Dalam acara tersebut, Amin ditemani Ketua DPRD Achmad Dhafir, Kapolres Bondowoso AKBP Taufik HZ, Dandim Bondowoso Letkol Tarmuji, dan Sekda Bondowoso Hidayat, diajak berkeliling Kampung sambil menikmati kopi dan jajanan khas Republik Kopi.

Tampak Warga sepanjang Jalan Pelita Bondowoso menyulap daerahnya menjadi kampong kopi yang didalamnya juga menjadi pusat kuliner dan oleh-oleh khas Bondowoso. Seperti layaknya sebuah perkampungan “baru”, warga setempat dengan swadaya dan penuh kesadaran, menata daerah tersebut layaknya pusat kopi baru di Bondowoso.

Hal ini terlihat disepanjang jalan tersebut saat ini berdiri sedikitnya 27 kedai kopi dan pusat oleh-oleh khas Bondowoso.

Bupati Bondowoso beserta rombongan berjalan menyusuri kedai kopi sepanjang jalan tersebut sambil sesekali mencicipi sajian para pengelola kopi dan berbincang dengan pemiliknya.

Bahkan, dalam kesempatan tersebut beberapa warga setempat sengaja menunjukkan tata cara pengolahan kopi secara tradisional yang dilakukan oleh para pendahulu mereka dengan menggunakan alat sangria tradisional, lesung untuk menumbuk kopi menjadi bubuk hingga alat ayak dengan ayakan tradisional untuk mendapatkan bubuk terhalus dan siap saji.

“Kami sengaja menunjukkan ini mas, agar generasi muda tahu bagaimana nenek moyangnya memperlakukan kopi sebagai sajian khusus,” kata salah seorang nenek yang mempraktekkan pengolahan kopi.

Bahkan para generasi muda kreatif di daerah tersebut juga tak lupa ikut ambil bagian, sambil menunggu malam pergantian tahun mereka menampilkan beberapa group band local untuk menghibur Bupati dan rombongan serta masyarakat yang hadir.

“Pada Penghujung tahun 2017 dan menyambut Tahun Baru 2018, saya resmikan kampong Kopi Pelita semoga bermanfaat dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Bupati sambil bersama menekan tombol tanda peresmian. (bhi)

Bagikan artikel ini