Ada Patung Pak Tino Sidin di Jogja

Ada Patung Pak Tino Sidin di Jogja

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan patung Tino Sidin di Yogyakarta, pekan lalu. Patung Tino Sidin “Sang Inspirator” ini dibuat dalam rangka memperingati 92 tahun Tino Sidin dan tiga tahun Museum Tino Sidin.

Di Taman Tino Sidin ini, Mendikbud Muhadjir berharap nantinya akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak.

“Mudah-mudahan museum yang sudah dibangun ini akan memberi insipirasi, menjadi tempat bermain siapa saja, untuk bergemar apa saja, untuk berkreasi, dan mengembangkan dirinya terutama untuk anak-anak kita,” ujar Muhadjir.

Mendikbud Muhadjir juga sangat mengapresiasi keluarga Tino Sidin yang telah melestarikan dan mewarisi ajaran maupun nilai-nilai yang diberikan oleh Tino Sidin.

“Saya sangat memberi apresiasi atas kesadaran yang tinggi dalam melestarikan, menularkan, memberikan contoh untuk keluarga-keluarga yang lain,” ucapnya.

Tino Sidin (1925 – 1995) atau yang dulu lebih dikenal dengan sebutan ‘Pak Tino Sidin’ adalah ikon acara televisi ‘Gemar Menggambar’ yang disiarkan TVRI di tahun 1970-an hingga 1990-an. Program acara di TV, yang mengajarkan hal penting pada anak, terutama dalam bidang seni menggambar.

Sebagai apresiasi atas karya dan jasa ‘Pak Tino Sidin’ dalam memperjuangkan kemerdekaan, pendidikan seni, dan budaya, maka dibangunlah Museum Taman Tino Sidin. Sebelumnya museum ini telah diresmikan Muhamad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, pada 14 Oktober 2014.

Rangkaian kegiatan yang bertajuk “Tribute to Tino Sidin, 92th Menginspirasi Indonesia” ini bertujuan untuk mengangkat kembali semangat dan cita-cita Tino Sidin dalam mengembangkan kreativitas dan seni khususnya bagi generasi mendatang.

Selain itu juga untuk lebih mengenalkan keberadaan Taman Tino Sidin sebagai Museum, Galeri, dan Ruang Seni kepada publik. Museum ini terletak di Jl Tino Sidin No 297, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY.

Dalam museum ini terpajang antar lain dua lukisan karya Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan karya lain dari para seniman seperti; Dyan Anggraini Hutomo, Laretna T Adhisakti, A.C. Andre Tanama, Andi Purnawan Putra, Edduard (Edo Pop), Heri Dono, Jumaldi Alfi, M Dwi Marianto, Nasirun, Otok Bima Sidarta, Putu Sutawijaya, Sudarisman, Sudarwoto, Susilo Budi Purwanto, Ugo Untoro dan Yuswantoro Adi. (sak)

Bagikan artikel ini