Ada Program Coding Mum Disabilitas

Ada Program Coding Mum Disabilitas

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan BEKRAF bekerja sama dengan PT Kolaborasi Ide Kreatif menyelenggarakan serta memfasilitasi program pendidikan dan pelatihan untuk menghasilkan programmer sebagai alternatif profesi bagi para penyandang disabilitas pada tahun 2018 ini.

Program ini diberi nama Coding Mum Disabilitas sebagai pengembangan dari Coding Mum yang telah dilaksanakan di tahun 2016 – 2017 dengan sasaran ibu-ibu rumah tangga dan buruh migran Indonesia di luar negeri.

Coding Mum Disabilitas rencananya akan dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Kelas perdana Coding Mum Disabilitas akan berlangsung 24 Februari – 3 Maret 2018 di KOLLA co-working di lantai 2 Jalan KH Agus Salim No.32B, Sabang – Menteng Jakarta.

Sebelumnya, program ini telah disosialisasikan pada 2 Februari 2018, yang bertujuan untuk mengumumkan rencana kegiatan serta merekrut calon mentor. Materi pelatihan dalam program Coding Mum Difable diberikan oleh pengajar dari beberapa institusi pendidikan seperti Clevio, Dilo Mikti dan ProCode CG.

Pelatihan diberikan dalam bentuk coaching yang dapat lebih mudah dimengerti dan diserap oleh para peserta. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan dan keahlian dalam mendesain serta teknik produksi yang menggunakan HTML dan Javascript.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan para peserta dapat menjadi: 1). Web Developer, pengembang web yang bekerja untuk perusahaan atau mendirikan perusahaan internet sendiri. 2). Internet Marketer, dengan tambahan materi internet marketing maka peserta dapat memilih alternative profesi sebagai internet marketer atau mengembangkan perusahaan internet sendiri.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari skenario besar untuk mencapai sasaran strategis Bekraf dalam menyerap tenaga kerja dari sektor industri ekonomi kreatif hingga berjumlah hingga tujuh belas juta jiwa di tahun 2019.

“Coding Mum Disabilitas diharapkan dapat lebih memberdayakan saudara saudara kita yang karena satu dan lain hal mempunyai kemampuan yang berbeda. Program ini juga sekaligus untuk menjawab tantangan alert coder atau kekurangan tenaga programer di Indonesia”, ujar Pak Triawan.

“Saat ini kita memasuki revolusi industri digital 4.0 salah satu karakteristik teknologi yang berkaitan dengan digital sudah masuk ke lifestyle masyarakat segala sesuatu pembelian produk itu sudah bisa dilakukan dengan sebatas jari tangan,” ujar , ujar Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF Abdur Rohim Boy Berawi.

“Kita butuh programmer–programmer untuk mengisi profesi baru berkaitan dengan revolosi industri digital oleh karena itu dengan adanya program Coding Mum ini kita harapkan bisa mengisi kekosongan dari kebutuhan kita terhadap programmer – programmer baru,” tambahnya.

Di luar negeri, dengan bekerja sama lebih lanjut dengan Bank Mandiri, Coding Mum dilaksanakan buat para buruh migran Indonesia masing masing di Singapore sebanyak tiga batch, Hongkong dua batch dan Malaysia satu batch.

Coding Mum ditujukan buat para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) wanita, agar setelah pulang ke tanah air mereka bisa melakukan bisnis online dengan cara membuat halaman web sendiri.

Dengan demikian mereka dapat bekerja pada lapangan pekerjaan baru dan sumber pendapatan baru yang memberi penghasilan lebih baik. “Tujuan BEKRAF adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat Industri Digital Dunia bisa tercapai dan mudah mudahan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia,” tambah Boy.

Pada 2018 ini, Coding Mum untuk ibu-ibu rumah tangga di dalam negeri akan dilaksanakan di sepuluh kota masing masing: Depok, Manado, Jayapura, Sorong, Pontianak, Samarinda, Kendari, Bandar Lampung, Palembang, Tanjung Pinang. Adapun di luar negeri, rencananya akan diadakan di enam negara masing – masing Singapore, Malaysia, Hongkong, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. (sak)

Bagikan artikel ini