Agar Anak Tak Jadi Korban Asusila

Agar Anak Tak Jadi Korban Asusila

Maraknya kasus asusila yang menjadikan anak sebagai korban mendapat perhatian serius dari jajaran Polda Jatim. Guna menghindari agar anak tak menjadi korban, Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera memberikan imbauan bagi orang tua.

Kasus pencabulan yang terjadi di Jawa Timur di tiga daerah. Di Situbondo, Jombang dan terakhir berhasil diungkap di Surabaya. Lebih dari 100 anak yang jadi korban.

“Ini yang sangat memprihatinkan. Namun bukan soal kuantitas atau kualitas kasus, tapi apa yang bisa dilakukan orang tua agar tidak ada anak lagi yang menjadi korban pedofil (pelaku kelainan seks yang menyukai anak di bawah umur, red),” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera Barung seperti dikutip Jatim News Room.

Iapun memberikan tips agar anak tak menjadi korban predator pedofil. “Jangan percayakan anak pada orang lain, karena pelaku asusila bisa terjadi di lingkungan rumah bahkan sekolah. Ada orang lain yang antar jemput anak sekolah malah menjadi pelaku pencabulan. Bahkan, ada juga oknum guru seperti yang terjadi di Jombang dan Surabaya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Barung, orang tua harus mengetahui perubahan fisik pada anak. “Kalau perlu orang tua itu mandikan anak walau sudah sekolah SD. Perhatikan bagian vital anak supaya tahu jika ada perubahan fisik anak,” imbaunya.

Ia menjelaskan, hanya dalam kurun waktu dua minggu, lebih dari 100 anak menjadi korban asusila. Di Situbondo, oknum guru berinisial JM mencabuli sembilan siswa Kelas I dan II sebuah sekolah dasar di daerah setempat. Sementara di Jombang, oknum guru berinisial EA di SMP Negeri 6 diduga mencabuli 27 siswinya.

Di Surabaya, oknum guru di sebuah SDIT berinisial MHS disangka mencabuli sedikitnya 65 siswanya sendiri. Di sekolah itu, MHS jadi wali kelas. Di luar lingkungan sekolah, seorang kakek berinisial ABD di Rungkut Surabaya, mencabuli lima bocah tetangganya sendiri. Empat kasus itu diungkap Kepolisian pada Februari.

“Coba sekarang jumlahkan, lebih dari seratus (korban) hanya dalam kurun waktu dua minggu. Untuk itu, orang tua harus waspada dan selalu memantau perubahan fisik pada anak,” tukasnya. (jnr)

Bagikan artikel ini