Ajakan Berprestasi dan Sebar Kabar Positif

Ajakan Berprestasi dan Sebar Kabar Positif

Sebagai bagian dari sumbangan pemikiran untuk almamater, Drs Ec A Cholis Hamzah MSc menulis buku dengan judul ‘Renungan tentang Inspirasi Bangsa’. Buku itu ia tulis tahun 2012 setelah berkeliling ke berbagai negara, baik untuk urusan pendidikan maupun kepentingan pekerjaan.

Karya Cholis itu pun di bedah pekan lalu dengan menghadirkan empat pembicara, di antaranya Cholis Hamzah selaku penulis buku, Brigjend TNI (Purn) Soebagijo SH M.Hum, Akhyari Hananto Founder media Good News From Indonesia, Prof Teddy Ontoseno, dengan moderator Iman Dwi Hartanto yang merupakan penyiar radio Suara Surabaya.

Renungan tentang Inspirasi Bangsa sebagai buku pertama yang ditulis Cholis merupakan hasil kontemplasi dirinya selama hidup dan belajar di negeri orang. Buku itu terdiri lebih dari 50 artikel di dalamnya.

Dalam kesempatan bedah buku itu, Cholis banyak berbicara tentang fakta-fakta positif tentang Indonesia yang jarang, bahkan tidak terekspose oleh media. Padahal, banyak orang pintar yang menghasilkan produk unggul serta menghasilkan karya-karya bermanfaat.

Menanggapi hal itu Cholis mengatakan, media memiliki andil dalam memberitakan hal-hal positif. Bukan justru yang sering menjadi jargon, ‘Bad news is good news’. “Seluruh bangsa termasuk media harusnya punya ideologi untuk ikut memajukan anak-anak bangsa,” ujar Cholis.

Alumnus prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair itu menambahkan, mestinya, pemerintah turut ambil andil dalam memajukan masyarakat Indonesia dimata asing. Misalnya, dengan memberikan penghargaan kepada anak-anak bangsa yang memiliki prestasi. Sehingga, hal ini turut memicu munculnya prestasi-prestasi yang lain.

“Harus diberi penghargaan orang-orang Indonesia yang tangguh dan berprestasi di luar negeri. Diberitakan media. Sehingga mereka memiliki kebanggaan sebagai anak bangsa,” tambah Cholis.

Sepakat dengan Cholis, Ahyari Hananto mengajak peserta untuk memiliki pola pikir optimistik. “Dari sekian banyak keprihatinan di negara ini, yakinlah bahwa masih banyak orang baik, pintar, dan taat beragama. Jangan sampai mereka lari dan pergi meninggalkan Indonesia,” ujar Ahyari.

Pada kesempatan itu, ada beberapa peserta yang memberikan kritik untuk perbaikan buku ‘Renungan tentang Inspirasi Bangsa’”. Salah seorang peserta dari Surabaya mengusulkan, ada edisi revisi buku dengan mencantumkan kapan tulisan dibuat, menambahkan index buku, penambahan gambar agar pembaca tidak bosan. Ia juga memberi saran agar format buku lebih diperkecil supaya lebih mudah untuk dibawa kemana-mana. (pih)

Bagikan artikel ini