Akatara, Upaya Perbanyak Investor Film

Akatara, Upaya Perbanyak Investor Film

Akatara, forum pembiayaan film yang mempertemukan proposal proyek film fiksi, animasi, dokumenter, dan film pendek dengan pebisnis film, para investor serta berbagai sumber pendanaan lainnya digelar kembali oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di tahun 2018 ini.

Akatara Indonesian Film Financing Forum akan digelar Bekraf bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) pada 18-20 September 2018 mendatang.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan sub sektor film, animasi, dan video menyumbang 0,17% pada PDB ekraf tahun 2016. Meskipun demikian, sub sektor ini memiliki sublimasi efek kepada sub sektor lainnya. Misalnya Film Laskar Pelangi yang membuat penerbangan ke Belitung dari dua kali sehari menjadi 20 kali sehari.

“Melalui Akatara, Bekraf berupaya menjaring dan meningkatkan antusias investor dalam berbisnis di dunia perfilman. Sehingga perfilman di Indonesia makin berkembang dan berimbas positif pada sub sektor lainnya,” ungkap Fadjar Hutomo.

Bekraf mengundang talenta film makers Indonesia untuk mendaftar Akatara yang dibuka 20 Juni dan ditutup 20 Juli mendatang. Roadshow Akatara diselenggarakan di empat kota, yaitu Makassar (19/4), Malang (2/5), Jakarta (5-6/6), dan Bandung (3/7).

Bekraf dan BPI akan memilih 40 proposal proyek film untuk mendapat fasilitas mengikuti Akatara 2018, termasuk proyek film yang berhubungan dengan program promosi lokasi destinasi wisata Indonesia.

Kategori proposal proyek film yang dicari pada Akatara yaitu fiksi, dokumenter, dan animasi. Bekraf dan BPI memberikan kesempatan kepada 20 proyek film terpilih dari 40 proyek film yang mengikuti Akatara untuk presentasi langsung dihadapan investor. Film makers berpeluang mendapatkan investor melalui Akatara ini.

Pada roadshow ini, Bekraf memberikan materi untuk menajamkan proposal dan presentasi film bagi para investor, pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada proyek film, serta geliat menjadi pebisnis film di Indonesia.

Di Swiss Bel Hotel Makassar, Bekraf mengundang Perwakilan BPI, Agung Sentausa untuk memberikan pelatihan kepada film makers yang hadir dalam mempersiapkan proposal proyek film yang kreatif dan komunikatif dari sisi bisnis sehingga menarik minat investor. Direktur Fasilitasi HKI Bekraf, Robinson Sinaga, hadir untuk menjelaskan pentingnya HKI pada film.

Selain meningkatkan peluang film makers mendapatkan investor, Bekraf juga memberi kesempatan film makers Indonesia memperluas network dengan film makers lainnya serta penggiat perfilman Indonesia. (sak)

Bagikan artikel ini