Apresiasi ‘Dedikasi Melalui Tembakau’

Apresiasi ‘Dedikasi Melalui Tembakau’

Gubernur Jatim, Soekarwo memberikan apresiasi kepada, Desak Nyoman Siksiawati salah satu penulis Buku Dedikasi Melalui Tembakau. apresiasi itu diberikan saat dirinya melakukan peninjauan stand dalam Pameran Indonesia Quality Expo 2018 di Grand City Surabaya, pekan lalu.

“Iya, kita harus merubah mindset tentang tembakau ini tidak hanya untuk rokok saja tetapi juga bisa untuk yang lain seperti parfum dan lain sebagainya,” kata Soekarwo, kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Sertifikasi Mutu Barang – Lembaga Tembakau (PSMB-LT), Deperindag Jatim ini.

Buku yang sama juga diberikan kepada Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) ProfDR Bambang Prasetya, saat bersama Gubernur berada di booth UPT. PSMB-LT.

Dijelaskan oleh Desak, selain dirinya sebagai penulis dalam Buku Dedikasi Melalui Tembakau ini, juga menampilkan karya tulis dari para pakar pertembakauan di Jawa Timur. Buku ini mengupas tentang tembakau sebagai multi komoditas dari perekonomian, sosial, budaya sampai pelestarian lingkungan hidup, yang dipahami sebagai sisi positif dari tembakau.

Juga dibahas peranan UPT. Lembaga Tembakau baik yang di Surabaya maupun Jember, sebagai lembaga penilai kesesuaian dalam meningkatkan daya saing tembakau sebagai komoditas ekonomi baik pasar internasional maupun pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Isu kesehatan menjadi stigma negatif yang menempel pada tembakau, juga diungkap dalam buku ini secara proporsional. Secara umum kumpulan tulisan tentang tembakau dalam buku ini mengungkapkan realitas yang ada di masyarakat, bahwa tembakau sebagai mana komoditas tanaman yang lain juga, masih banyak orang yang menekuni dalam sebuah perspektif pengabdian dari sisi mana ia bersama tembakau.

“Selaras dengan pernyataan Pak De Karwo, harus ada perubahan pola pikir tentang tembakau tidak hanya sebagai bahan membuat rokok tetapi juga bisa dikembangkan menjadi komoditas turunan yang lain seperti parfum dan lain sebagainya, disinilah peluang dedikasi melalui usaha tembakau ini masih terbuka lebar,” pungkas Pejabat Eselon IV yang juga penggagas Musium Tembakau Jember ini karena ia pernah bertugas disana. (jnr)

Bagikan artikel ini