Ariska: Indonesia, We Did It!

Ariska: Indonesia, We Did It!

Ariska Putri Pertiwi mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai ajang ratu kecantikan dunia, Miss Grand International 2016 yang digelar di Las Vegas, Amerika, (25/10) waktu setempat. Hebatnya lagi, Indonesia juga menyabet gelar Best National Costume di tersebut.

Perjalanan Ariska ke Miss Grand International 2016 bukan tanpa halangan. Wanita 21 tahun ini sempat menuai protes, khususnya masyarakat adat Lampung terkait kostum nasional yang dia bawa ke ajang Miss Grand International.

Ariska membawa busana yang mengusung motif khas Lampung seperti siger, yaitu pakaian adat lampung yang dikenakan di kepala oleh wanita suku Lampung. Yang menjadi masalah ialah, belahan kaki kostum yang dipakai Ariska dianggap terlalu tinggi sehingga memperlihatkan bagian paha yang terbuka.

Busana nasional dengan tema ‘Royal Sigokh’ merupakan rancangan desainer Dynand Fariz, yang telah banyak merancang busana untuk Jember Fashion Carnaval.

Sigokh sendiri merupakan mahkota khas Lampung dan menjadi simbol keagungan budaya setempat yang dikenakan oleh Kebayam (pengantin) serta Bangsawan. Sigokh terbuat dari lempengan tembaga, kuningan atau logam lain yang dicat dengan warna emas dan memiliki cabang lekuk berjumlah sembilan atau tujuh.

Sementara kain yang digunakan pada bagin tubuh, menggunakan kain Tapis asli dari Lampung dan tidak menggunakan kain Tapis print.

Tidak hanya membawa busana nasional, Ariska juga membawa sejumlah gaun malam dengan tema ‘Dewata’ karya Anaz Khairunas, gaun batik dari Alleira motif parang yang dikombinasikan dengan motif parsley, kebaya cantik dari Intan Avantie, serta sejumlah gaun lainnya.

Meski menuai protes di dalam negeri, juri Miss Grand International 2016 punya penilaian sendiri. Kostum yang dikenakan Ariska terbukti mengalahkan puluhan kostum nasional dari negara lain.

Tak hanya soal penampilan, jawaban Ariska berhasil membuat dewan juri terpukau dengan memilihnya sebagai juara. “Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih saya kepada para penggemar, pendukung, dan keluarga, kalian yang terbaik, saya siap bepergian dan keliling dunia untuk menghentikan kekerasan. Indonesia, we did it!” seru Ariska.

Pencapaian Runner-Up 3 kontes kecantikan Puteri Indonesia 2016 ini merupakan torehan tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dalam ajang ratu kecantikan sejagad dengan menjadi juara. Prestasi serupa hampir diraih Maria Harfanti yang keluar sebagai Runner-up 2 di ajang Miss World 2015.

Sedangkan di ajang Miss Universe, prestasi tertinggi Indonesia mencapai posisi di 15 besar seperti yang pernah diraih Artika Sari Devi (2005), Elvira Devinamira (2014), dan Anindya Kusuma Putri (2015).

Indonesia sebelumnya pernah menyabet gelar Best National Costume di ajang Miss Universe 2014 yang saat itu diwakili Elvira Devinamira.

Ariska lahir di Lhokseumawe, 13 Januari 1995. Wanita yang akrab disapa Ika ini tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara.

Ariska akan menjadi duta untuk menyebarkan motto ‘Stop the War’. Selama setahun akan berkantor di Bangkok Thailand.

Miss Grand International adalah kontes kecantikan yang bertujuan untuk ikut serta menciptakan perdamaian dan menghentikan peperangan. Dengan berkantor pusat di Bangkok, Thailand, dibawah naungan Miss Grand International Organization oleh Nawat Itsaragrisil dan Yuphiyao Thaivisut.

Diadakan pertama kali pada 2013 dengan Janelee Chaparro dari Puerto Riko menjuarai kontes tersebut. Pemegang gelar terakhir adalah Claire Elizabeth Parker dari Australia.

Claire awalnya Runner-up 1, karena juara sebelumnya Anea Garcia dari Republik Dominika menundurkan diri ditanggal 24 Maret 2016 karena dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Mereka adalah Janelee Chaparro dari Puerto Riko (2013), Daryanne Lees dari Kuba (2014), Anea Garcia dari Republik Dominika yang digantikan Claire Elizabeth Parker dari Australia karena mengundurkan diri (2015), dan terakhir Ariska Putri Pertiwi dari Indonesia (2016). (ist)

Bagikan artikel ini