Arti Penting Wallacea Bagi Indonesia

Arti Penting Wallacea Bagi Indonesia

Alam Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayati yang begitu kaya dengan keunikannya. Hal ini telah mengilhami Alfred Russel Wallace untuk mendokumentasikan penjelajahan ilmiahnya selama delapan tahun pada 1854-1862 di Kepulauan Nusantara melalui buku The Malay Archipelago.

Wallace juga diketahui berjasa mencatatkan Ternate ke dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan hayati. Banyak sekali kisah inspirasi dan kekaguman Wallace tentang kekayaan Indonesia yang tertuang dalam buku tersebut.

Seperti persebaran biodiversitas yang unik karena dipengaruhi perubahan lempeng bumi di masa silam, serta berbagai penemuan khas dan unik dari fauna yang hidup di Indonesia.

Namun, kisahnya tidak berhenti sampai disitu, masih banyak potensi ilmiah lainnya yang saat ini belum tergali, termasuk yang berada di Kawasan Wallacea, meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

“Melalui bukti-bukti, peninggalan Wallace dapat dengan nyata teraba dan dengan mudah teridentifikasi bahwa dia adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Kita perlu mengingat kembali arti pentingnya untuk Indonesia serta mencari cara memanfaatkan potensi itu,” ujar Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Prof Sangkot Marzuki di Jakarta pekan lalu.

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), British Council, British Embassy Jakarta dan juga Perpustakaan Nasional RI dengan bangga mengangkat kembali arti penting Wallace dan kawasan Wallacea bagi Indonesia melalui “Wallacea Week 2017” di gedung Perpustakaan Nasional RI.

Kegiatan ini berisikan informasi dan pengetahuan terkait kisah Wallace yang ditujukan bagi para peneliti, akademisi, siswa/i serta publik lainnya yang dihadirkan melalui pameran, kuliah umum, diskusi, serta pemutaran film.

Rangkaian kegiatan Wallacea Week 2017 yang turut didukung Kemendikbud serta Kementerian Pariwisata ini diselenggarakan untuk mengawali kampanye tentang Wallace dan Wallacea hingga tahun 2019 yang menandai 150 tahun terbitnya buku The Malay Archipelago.

Kawasan Wallacea membuktikan bahwa Indonesia sangatlah kaya akan keunikan dan merupakan rumah bagi begitu banyak warisan budaya, keanekaragaman hayati dan geologis.

Selaku tuan rumah sekaligus penjaga dari Kawasan Wallacea, Indonesia memiliki reputasi internasional tersendiri atas keanekaragaman, inklusi dan kemajemukan kehidupan di dalamnya.

Terinspirasi oleh ilmuan Inggris yang hebat Alfred Russel Wallace serta juga sebagai bukti komitmen bersama Inggris dan Indonesia terhadap keberlanjutan keanekaragaman hayati, British Council sangat senang dan bangga menjadi salah satu mitra program Wallacea ini”, kata Direktur British Council di Indonesia, Paul Smith OBE.

Perpustakaan Nasional RI juga berbahagia dapat menjadi salah satu tuan rumah dan penyelenggara Wallacea Week 2017. Alfred Russel Wallace telah memberikan kontribusi besar terhadap ilmu pengetahuan.

“Acara Wallacea Week ini mengingatkan kita akan kekayaan aneka ragam hayati yang dimiliki bangsa Indonesia, dan sangat penting bagi bangsa ini untuk terus menggali, mengembangkan dan mengeksplorasi seperti yang telah dilakukan Wallace,” kata Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs Muh Syarif Bando MM.

Dalam Wallacea Week 2017 dibahas berbagai sisi tentang Wallace dan kawasan Wallacea, mulai dari sejarah penemuan ilmu pengetahuan yang dilakukan Wallace, berbagai penelitian dan pembangunan yang kini dilakuan di sana, hingga langkah ke depan yang perlu dilakukan untuk mengeksplorasi laboratorium hidup tersebut.

Wallacea Week 2017 juga diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat tentang kekayaan hayati yang Indonesia miliki serta mengawali berbagai kerjasama dalam pengembangan potensi kawasan Wallacea untuk kesejahteraan dan kedaulatan Indonesia, melalui berbagaikolaborasi ilmu pengetahuan dan pembangunan. (sak)

Bagikan artikel ini