Asah Kreativitas Musik Etnik Anak

Asah Kreativitas Musik Etnik Anak

Direktorat Kesenian Kemdikbud menggelar Konser Karawitan Anak Indonesia 2018 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Konser Karawitan Anak Indonesia yang diikuti 31 sanggar seni perwakilan dari 31 provinsi ini menjadi ajang untuk memopulerkan musik etnik di kalangan anak-anaksebagai wahana pengkaderan pelaku dan penonton musik di masa yang akan datang, sekaligus sebagai ajang pendidikan karakter.

Kepala Subdirektorat Seni Pertunjukan, Edi Irawan mengatakan, konser juga menjadi media penyampaian pesan bagi pengembangan nilai-nilai kearifan lokal, serta kaidah estetika berbasis tradisi di mana musik tersebut berkembang.

“Konser ini bertujuan untuk menguatkan karakter generasi muda agar kreativitas dalam berseni,” tutur Edi yang berperan sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Direktur Kesenian Restu Gunawan berharap, pada Konser Karawitan ini dapat muncul ide-ide, kreativitas, dan aktivitas seni yang terus berkembang. Menurutnya, festival seni seperti ini harus melibatkan khalayak yang lebih luas berbasis komunitas yang didukung sistem data yang kuat.

“Tahun ini Konser Karawitan Anak Indonesia sudah mulai memberlakukan sistem open call, walau masih terbatas,” ujarnya. Sistem Open Call adalah sebuah sistem kurasi yang meminimalkan subjektivitas kedekatan pertemanan atau nepotisme.

Seni musik etnik atau karawitan pada anak Indonesia harus dikembangkan sejak masa anak-anak sebagai usaha membangun jati diri dan karakter bangsa sejak dini.

Terdapat tiga festival seni terdiri dari serangkaian kegiatan, mulai penelitian, seleksi atau kurasi karya, lokakarya, hingga pelaksanaan festival, yaitu Gelar Tari Anak Indonesia, Pekan Teater Nasional, dan Konser Karawitan Anak Indonesia. (sak)

Bagikan artikel ini