Asdam Tambusay, Doktor Termuda ITS

Asdam Tambusay, Doktor Termuda ITS

Asdam Tambusay, (27), salah satu doktor termuda ITS dari program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) ini harus melakukan riset atau penelitian desertasinya hingga ke Edinburgh University, United Kingdom (UK) Inggris.

Topik disertasi yang diangkat oleh Asdam ialah penggunaan material engineered cementitious composite (ECC) dari mikrostruktur pada bangunan tahan gempa. “Untuk mendukung riset ini, saya juga riset hingga ke Edinburgh University, United Kingdom (UK),” kata Asdam dalam siaran tertulis kepada media.

Menurut Asdam, kekuatan beton yang dihasilkan dari material ini sama dengan kekuatan beton sesuai standard minimum bangunan yakni 20 Mpa.

”Bedanya adalah kekuatan tarik yang dihasilkan dengan ECC ialah 500 kali lebih besar dan meminimalisir lebar retak bangunan lebih kecil dari pada 0,1 mm,” jelasnya.

Pria yang bercita-cita menjadi profesor itu juga mengatakan latar belakang pembuatan desain gedung tahan gempa ini adalah dikarenakan Indonesia merupakan negara rawan gempa.

“Untuk tindak pencegahan pada bencana gempa, maka perlu dibangun bangunan yang anti gempa, sehingga mengurangi besarnya kerusakan banguanan,” tutur pria yang berencana mengambil program post-doctoral tersebut.

Karena ketekunan dan hasil jerih payahnya hingga melakukan penelitian ke Inggris itu, dia akhirnya lulus doktor dengan pujian atau cum laude. Ia berhasil lulus dengan IPK 3,97.

Asdam pun mengikuti wisuda ke-116 ITS yang digelar hari ini. Alumni S1 Teknik Sipil Universitas Hassanuddin (Unhas) Makassar ini akan diwisuda bersama rekannya yang juga menempuh program PMDSU, Wahyuniarsih yang berasal dari S1 Teknik Sipil ITS.

Dua wisudawan doktoral yang merupakan angkatan pertama program PMDSU ITS ini juga tercatat sebagai lulusan doktor termuda dari ITS, yakni berusia 27 tahun.

Program PMDSU sendiri di ITS, baru berlangsung mulai tahun 2013 lalu. Saat ini juga baru ada tiga departemen di ITS yang membuka program PMDSU ini yakni Teknik Sipil, Teknik Kimia, dan Teknik Elektro. Daru ketiga departemen tersebut, baru dari Teknik Sipil ini yang berhasil meluluskan mahasiswa doktoralnya. (sak)

Bagikan artikel ini