Asian Games 2018: Antusiasme Masyarakat
OLAHRAGA

Asian Games 2018: Antusiasme Masyarakat

Lautan massa membanjiri Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU-GBK), saat Closing Ceremony Asian Games ke-18 Tahun 2018 ini, yang dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan ditutup secara resmi oleh Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheik Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, Minggu (2/9) malam.

Panas dan hujan tak menghalangi luapan kegembiraan bahkan letupan emosional kebahagian menyeruak dari warga bangsa yang mensyukuri keberhasilan negeri tercinta menjadi tuan rumah multieven olahraga terbesar kedua di jagad internasional ini.

Butuh waktu 56 tahun bangsa ini untuk kembali mengukir sejarah peradaban penyelenggaraan dan prestasi olahraga. Pada 24 Agustus – 4 September 1962 saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4, peserta baru 17 negara, 1.460 atlet, dan 15 cabor yang dipertandingkan. Bandingkan dengan saat ini, pada perhelatan ke-18, Indonesia harus menjamu dan mempersiapkan untuk 45 negara, lebih dari 15.000 atlet dan official, 40 cabor dengan 462 pertandingan, sungguh kerja yang luar biasa

Alhasil semua berjalan lancar, dan prestasi mengagumkan ditorehkan. Dari target realistis ingin masuk 10 besar dengan 16 emas, ternyata mampu bertengger di posisi 4 Asia dengan 31 emas 24 perak 43 perunggu, sehingga total pundi medali keseluruhan mencapai 98.

Bukti inilah yang membuat masyarakat senang, antusias, dan bersyukur, bahkan ingin terulang kembali menyaksikan bergumulnya keringat dan tetesan darah perjuangan para pahlawan olahraga.

Saat Closing Ceremony, warga rela berlari dan mengantri sejak jam 13.00 (satu siang) untuk beli tiket serta masuk SU-GBK untuk menyaksikan panggung megah penutupan Asian Games. Fantastis antusias masyarakat, 50 000 tiket habis dalam waktu singkat, 23 menit.

Bahkan hujan yang mengguyur Ibukota tak menjadi penghalang, rasa gembira telah berlabuh karena marwah bangsa berdiri tegak sejajar dengan negara-negara belahan dunia manapun atas kesuksesannya menjadi tuan rumah. Dengan prestasi yang diperoleh, sekarang para figur atlet kian dikenal dan dipuja sebagai idola dan pahlawan bangsa.

“Senang banget, ini mengharumkan nama bangsa, apalagi mendapat medalinya banyak, atlet-atlet Asian Games banyak yang bagus-bagus banget,” kata Doni Dwi Prayudha yang ditimpali Sheren temannya, warga Halim, Jakarta Timur, yang sejak siang telah hadir di Kawasan GBK karena takut kehabisan tiket.

Belum lagi ketika mengetahui perhatian pemerintah sekarang sangat luar biasa kepada para atlet. Bonus emas Asian Games terbesar sepanjang sejarah yaitu 1,5 Milyar, menjadi PNS, dan dapat rumah. “Atlet sekarang bisa jadi orang kaya, terjamin masa depannya, namun semua itu sebanding dengan perjuangannya selama ini,” tambah Doni.

Terakhir, mengetahui bahwa Presiden Jokowi mencanangkan tuan rumah Olimpiade 2032, harapan masyarakat begitu besar dan semua menginginkan itu bisa terwujud termasuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola.

“Semoga terwujud, kapan lagi Indonesia seperti ini dan bisa memberi yang terbaik lagi, tapi Jakarta jangan macet dulu untuk jadi tuan rumah lagi ya,” harap mereka berdua yang mencerminkan keinginan jutaan masyarakat Indonesia. (sak)