Pastikan Ada Asuransi Jemaah Haji Wafat

Pastikan Ada Asuransi Jemaah Haji Wafat

Kepala Seksi Sistem Informasi Haji Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jatim, Sutarno Pertowiyono,memastikan seluruh jemaah haji yang wafat di Tanah Suci akan mendapatkan klaim asuransi.

“Ahli waris jamaah haji yang wafat akan mendapat klaim asuransi senilai Rp 15.100.000, tidak usah mengurus, semua akan diurus langsung oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan umroh dan dana asuransi akan di transfer ke rekening jamaah untuk dicairkan ahli waris,” tuturnya, Senin, (13/8), seperti dilansir Jatimnews Room.

Ia menambahkan jamaah haji yang wafat juga akan mendapat sertifikat badal haji. Sementara tirkah barang bawaan jamaah wafat, akan dikirim melalui kloter masing-masing atau Kemenag pusat mengirimkan barang tersebut ke propinsi masing-masing.

Adapun jemaah haji asal Jawa Timur yang wafat di Tanah Suci hingga Senin, (13/8) mencapai delapan orang. Di antaranya Sanusi Musthofa Khafid (73 tahun) kloter 6 asal Jember wafat pada 25 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena respiratory diseases. Sholeh Abu (74 tahun) kloter 23 asal Kabupaten Malang wafat pada 27 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases.

Rasnam Ponidjan (64 tahun) kloter 23 asal Kota Malang wafat pada 29 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases. Masriah Sejadi (59 tahun) kloter 46 asal Kabupaten Lamongan wafat pada 4 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.

Mium Usup Dito Redjo (64 tahun) kloter 35 asal Kabupaten Ngawi wafat pada 5 Agustus 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases. Murti Wiji Tajid (82 tahun) kloter 47 asal Kabupaten Lamongan wafat pada 8 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.

Rohmat Abdul Latif (62 tahun) kloter 54 asal Kabupaten Kediri wafat pada 9 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases. Sarun Karim Bakri (52 tahun) kloter 8 asal Kabupaten Jember wafat pada 9 Agustus 2018 di KKHI Madinah karena cardiovascular diseases. (jnr)

Bagikan artikel ini