Bahasa dan Budaya Indonesia Diminati

Bahasa dan Budaya Indonesia Diminati

Tidak kurang dari 50 orang warga Papua Nugini mendaftarkan diri dan menghadiri kelas perdana kursus Bahasa Indonesia yang dilaksanakan akhir pekan lalu di KBRI Port Moresby secara gratis. Sementara itu, sejumlah 17 orang lainnya hadir untuk mengikuti kelas Angklung.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Port Moresby, Ahcmad Tavip Syah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya sebatas media komunikasi, tapi juga akan menjadi jembatan untuk memahami budaya. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan antara Indonesia dan PNG.

Pelaksana Fungsi Pensosbud, Dea Kurniawan, menuturkan bahwa instrument Angklung sengaja dipilih karena relatif mudah dipelajari dan dapat dikolaborasikan dengan musik modern. Selain itu musik Angklung juga secara langsung membawa nilai-nilai kerja sama tim dan membangun kekompakan dalam proses memainkannya.

Semangat dari para peserta yang mengikuti pelajaran Angklung sudah terlihat pada pertemuan pertama dimana lagu “You Raise Me Up” dengan Alunan angklung, sudah dapat dimainkan.

Tingginya minat dan banyaknya jumlah peserta yang mengikuti program dapat menunjukkan bahwa Bahasa dan Budaya Indonesia diminati oleh Masyarakat di PNG, khususnya di wilayah Port Moresby. Peserta kelas tidak hanya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa, tapi juga para profesional seperti pengacara dan guru. (sak)

Bagikan artikel ini