Bangga, Ekspor Komponen Pesawat Lagi

Bangga, Ekspor Komponen Pesawat Lagi

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai satu-satunya produsen pesawat di Indonesia, nampaknya patut berbangga diri. Pasalnya, sering kali produk perusahaan pelat merah ini dipakai produsen pesawat negara lain.

PTDI kembali mengekspor tailboom (ekor) dan fuselage (badan) helikopter H225/H225M . Pengiriman rangka helikopter ini ditujukan untuk Airbus Helikopter di Prancis. PTDI ditujuk sebagai global supply chain tailboom dan fuselage untuk Airbus helikopter.

Dengan nilai kerjasama pembuatan dua unit tailboom senilai 88.000 USD dan sebuah fuselage senilai 385.000 USD. Dengan begitu, PTDI menjadi pemasok utama (single source) untuk tailboom dan pemasok fuselage helikopter EC725/H225M di dunia selain Spanyol.

“Kami senang telah menjadi mitra terpercaya dan pemasok kepada Airbus Helikopter untuk bagian tailboom dan fuselage,” kata Direktur Utama PTDI, Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya di Bandung.

Berdasarkan kontrak PTDI dengan Airbus Helikopter, perusahaan memasok 125 fuselage dan 125 tailboom untuk helikopter H225/H225M dalam jangka waktu antara 10-16 tahun. Dan unit yang sudah terealisasi sebanyak 50 unit tailboom dan enam unit fuselage.

“Hubungan manufaktur yang kuat ini telah memperlihatkan perkembangannya yang pesat dalam hal industrialisasi produksi komponen penting di Indonesia. Kami akan melakukan kerjasama untuk pembuatan 125 shipsets yang seluruhnya dikerjakan oleh karyawan PT DI,” tambah Budi Santoso.

H225/H225M merupakan penamaaan terbaru dari EC225 untuk versi sipil dan EC725 untuk versi militer. Keberhasilan kerjasama industri antara PTDI dan Airbus Helikopter menurut Budi dimulai lebih dari empat dekade lalu, dengan jumlah helikopter yang telah dikirimkan mencapai 40 helikopter.

PTDI telah sanggup mengerjakan pesanan fuselage dalam jangka waktu 10 minggu. Sehingga dalam jangka waktu 2,5 bulan, PTDI mampu mengirimkan satu fuselage terintegrasi ke Perancis. Sedangkan untuk tailboom dapat dikerjakan setiap 3 minggu sekali.

Karyawan PTDI yang menangani pengerjaan komponen H225/H225M terdiri dari 220 orang dengan latar pendidikan, S1, D3 dan SMK dan 80 persennya adalah tenaga-tenaga muda. Pihak Airbus Helicopter juga telah menempatkan personelnya di PTDI Bandung sejak program pengembangan ini dimulai.

Tailboom dan Fuselage yang dikirimkan ke Perancis akan dilengkapi dengan engine dan sistem terbang. Helikopter tersebut akan dikirimkan untuk customer di lebih dari 15 negara di dunia. PTDI pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk demi kepuasan konsumen di pasar global. (ist)

Bagikan artikel ini