Bank Jatim Bertabur Penghargaan 2018

Bank Jatim Bertabur Penghargaan 2018

Sepanjang Tirwulan Ill 2018, kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Jatim juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Sepanjang 2018, hingga bulan Oktober, penghargaan tersebut ‘dipamerkan’ Dirut Bank Jatim R Soeroso bersama sejumlah direksi saat Media Gathering, Rabu (30/10) di Kantor Pusat Bank Jatim.

Penghargaan yang diterima Bank Jatim sampai Oktober 2018, diantaranya Indonesia Corporate Social Responsibility Award Il 2018 (ICSRA II 2018) dari Sindo Weekly, TOP The Best BUMD 2018 dari Business News, TOP The Best CEO BUMD 2018 dari Business News, Indonesia TOP 100 Most Valuable Brand dari SWA.

Juga penghargaan SiIver Award for Owned Media SubkategoriWebsite dari PR lndonesia, Corporate Image Award kategori Bank Regional dari Tempo Group, Banking Service Excellent peringkat 1 Mobile Banking dari lnfobank .

Serta lndonesia Banking Award kategori The Most Reliable Bank Kategori BPD asset > Rp. 80 Triliun dari Tempo Group dan Corporate Secretary Award kategori Top 10 GCG Issues in Banking Sector dari Warta Ekonomi.

Pertumbuhan
Aset Bank Jatim tercatat mengalami pertumbuhan 17,81% atau sebesar Rp 63,43 triliun dan laba bersih tercatat Rp 1,06 triilun, tumbuh 4,54% (Year on Year/YoY).

Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 20,13% yaitu Rp 52,84 triliun. Pertumbuhan DPK didommasi deposito diangka Rp 17,38 triliun atau tumbuh 23,05%. Pertumbuhan deposito menegaskan kepercayaan masyarakat pada Bank Jatim terus meningkat.

Untuk pertumbuhan kredit, Bank Jatim mampu mencatat pertumbuhan Rp 33,07 triliun atau tumbuh 7,74%. Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi sebesar Rp 21,02 trillun, tumbuh 10,52%. Sektor penyaluran Kredlt Bank KKPA (Kredlt kepada Koperasi untuk Anggotanya) memberikan sumbangan cukup signifikan dengan pertumbuhan 21,08%.

Rasio keuangan Bank Jatim posisi September 2018 menunjukkan tren positif, antara lain: Return on Equity (ROE) sebesar 20,20%, Nat Interest Margin (NIM) sebesar 6,38%, Retum On Asset (ROA) 3,38%.

Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) tetap terjaga 64,86% serta CASA rasio 67,11%, artinya selama lebih dari 15 tahun berada diatas 65%.

Dengan pencapaian tersebut, Bank Jatim optimis akan mencapai target yang ditetapkan pada akhir tahun 2018 dengan pertumbuhan aset sebesar 8,50 %, pertumbuhan kredit sebesar 10,65 %, pertumbuhan DPK 10 %, serta pertumbuhan laba sebesar 5 %.

Strategi
Beberapa strategi dilakukan pada triwulan IV untuk mencapai target akhir tahun, diantaranya meningkatkan status jaringan dari Kantor Kas menjadi Kantor Cabang Pembantu. Tujuannya untuk meningkatkan peluang penyaluran kredit dan optimalisasi layanan.

Penetrasi pasar terhadap penyaluran kredit dilakukan dengan memperoleh lebih banyak infomasi serta data pelaku usaha dan/atau UMKM melalul dinas terkait.

Juga peningkatan penyaluran kredit kepada koperasi melalui skema kredit Bankit KKPA yang tahun ini memberikan kontribusi cukup baik dalam kinerja Bank Jatim.

Optimalisasi program tabungan berhadiah maupun promo menarik lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan DPK. Melalui program tabungan Siklus Bunga Plus yang menawarkan hadiah langsung tanpa diundi.

Juga program Giro Plus dengan jasa giro kompetitif serta berbagai keuntungan dan kemudahan yang didapat bankjatim juga membidik nasabah usia sekolah dengan tabungan Simpel yang cukup mendapatkan respon baik dari masyarakat.

Peningkatan fee based income juga menjadi perhatian utama Bank Jatim untuk pencapaian target akhir tahun. Sampai akhir tahun ini, Bank Jatim akan lebih mengoptimalkan transaksi tresuri dan ancassurance.

Meningkatkan layanan berbasis teknologi infomasi melalui layanan e-samsat, SP2D Online, mobile banking, SMS banking dan internet banking.

Juga penggunaan kartu ATM yang terkoneksi dengan GPN diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kinerja yang cukup baik di 2018. (ita)

Bagikan artikel ini