Batharasurya ke Kompetisi Hydrocontest

Batharasurya ke Kompetisi Hydrocontest

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi Hydrocontest yakni lomba kemaritiman hemat energi dengan mengirim tim Batharasurya Hydrone di kompetisi yang diselenggarakam di Prancis, 4–10 September 2017.

Dalam kompetisi yang didukung oleh the Societe Nautique de Saint-Tropez tersebut terdapat dua kategori utama lomba yang ditawarkan.

Yakni kategori mass transport yang menyimulasikan pergerakan kapal barang dengan beban berat 200 kilogram dan kategori light boats yang menuntut peserta bisa menggambarkan transportasi kapal untuk orang yang nyaman dengan beban seberat 20 kilogram.

Pada hari pertama, telah dilakukan inspeksi lambung dan elektrik pada kapal, dan kapal Batharasurya Hydrone telah dinyatakan lolos mengikuti babak kualifikasi, hari ini (5/9), untuk diambil menjadi 16 peserta nantinya.

“Untuk saat ini, kami (tim Batharasurya Hydrone ITS) hanya mengikuti satu kategori lomba saja, yakni kategori light boats,” kata Dosen pembimbing tim Batharasurya Hydrone ITS Ir Wasis Dwi Aryawan saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik seperti dikutip Antarajatim, Selasa (6/9).

Dia mengungkapkan, alasan tersebut karena selain baru kali pertama, keterbatasan dana juga menjadi alasan tim ini hanya mengikuti satu kategori lomba.

Meskipun begitu, menurut Kepala Departemen Teknik Perkapalan, ini tim Batharasurya Hydrone tetap optimistis bisa meraih yang terbaik dengan inovasi yang disuguhkan kali ini. “Kami optimis menang dalam kategori ini,” ujarnya.

Sebanyak tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Perkapalan ITS mewakili tim Batharasurya Hydrone yang berlaga di Prancis kali ini. Mereka adalah Pieter Mario Fernandez, Fajar Andinuari, dan Mohamad Rival.

Kapal Batharasurya Hydrone kali ini berbeda dari kapal Batharasurya ITS sebelumnya yang menggunakan tenaga surya sebagai penggerak mesinnya. Kapal Batharasurya Hydrone ini menggunakan tenaga baterai sebagai bahan bakar.

“Dalam lomba ini, baterai sudah disediakan oleh panitia lomba. Kapal ini pun dikendalikan dengan remote control dan tanpa awak,” tutur Wasis.

Hydrocontest sendiri merupakan kompetisi pelajar internasional pertama yang didedikasikan untuk efisiensi energi di dunia maritim. Kompetisi tersebut rutin diadakan oleh Hydros Foundation yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang tantangan melestarikan sumber daya air.

Pada tahun ini, ajang bergengsi yang memasuki tahun ke-4 itu diikuti oleh 23 tim yang terdiri dari 200 mahasiswa berasal dari 13 negara dan salah satunya adalah Tim Batharasurya ITS.(ant)

Bagikan artikel ini