Batik Aset yang Harus Dilestarikan

Batik Aset yang Harus Dilestarikan

Pada dasarnya, batik dengan berbagai bentuk dan pola, mengandung budaya tinggi adalah merupakan karya seni yang perlu dipertahankan, dilestarikan, dikembangkan sehingga menjadi aset berharga bangsa ini di mata internasional.

Hal itu diutarakan Dra Hj Fatma Saifullah Yusuf pada pembukaan koleksi batik lawasan dan lukisan laras, di Hotel Mercure Jl Darmo Surabaya, Jum’at (14/10) sore.

Menurutnya, batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau wajib menjadikan keterampilan mereka dalam membatik, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif.

Bahkan Unesco sejak 2 oktober 2009 telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi, sebagai bangsa Indonesia, harus bangga dan berbesar hati.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu.

Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Bahkan di keraton ada motif tertentu yang tidak bisa digunakan karena ada filosofi.

Pameran koleksi batik lawasan dan lukisan laras itu diadakan dalam rangka peringatan ulang tahun perkawinan perak Dra Lerem Pundilaras MM (Laras) dengan dr Iri Agus Subaidi MM MSi (Subed). Batik yang dipamerkan adalah koleksi pribadi pasangan suami istri tersebut.

“Saya juga ikut ‘mangayu bagyo’ atas ulang tahun perkawinan perak Ibu Laras dengan Bapak Subed. semoga kebahagiaan yang telah teraih hingga saat ini, akan terus berlanjut dan meningkat di masa mendatang,” katanya.

Pameran lukisan tunggal karya Laras yang digelar untuk pertama kali ini menggelar 31 lukisan aliran naturalis dengan ukuran 30×40 cm sampai terbesar satu meter dengan harga varatif Rp 2–25 juta.

Sang Priority Banking Manajer Bank Jatim ini sebelumnya sudah pernah mengikuti 23 pameran lukisan bersama dan berbagai lomba lukis tapi belum pernah menang.

Bu Fatma, demikian sapaan akrab isteri Wakil Gubernur Jatim ini meninjau pamaeran didampingi Ketua Dharma Wanita Provinsi Jatim Hj Chairani Yuliati Akhmad Sukardi SSos, Ketua DKS Jatim Taufik ‘MOnyong’ Hidayat dan undangan lainnya. Sebelumnya, Laras bersama Asri Nugroho melukis bersama dalam satu kanvas. (sak)

Bagikan artikel ini