Bedah Rumah ala PDI Perjuangan Blitar

Bedah Rumah ala PDI Perjuangan Blitar

Pada Sabtu (28/7/2018) pagi, Eva K Sundari, anggota DPR RI Dapil Blitar-Tulungagung dan Kediri bergabung dengan konvoi sepeda motor tua yang dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan, Marhaenis yang juga wakil bupati Blitar.

Kegiatan yang dilaksanakan atas nama Perkumpulan Panji Laras tersebut diikuti oleh bacaleg PDI Perjuangan Kabupaten Blitar beserta beberapa pengurus DPC PDI Perjuangan setempat.

Sebelum berangkat dari rumah kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan, diadakan saweran dari peserta konvoi yang berjumlah sekitar 200 an orang. Selain itu, ada truk berisi kayu, genteng, batako serta beberapa zak semen.

Perjalanan memakan waktu 1 jam untuk sampai di Dusun Sumberagung, Desa Tegalasri, Kec Wlingi untuk menemui keluarga Poniyem target penerima bantuan bedah rumah.

Yang ada hanya sebidang tanah, karena rumah sudah ambruk dua hari sebelum rombongan datang dan keluarga Poniyem mengungsi ke tetangga. Ibu Poniyem menangis terharu mendapat kejutan, tetapi kemudian tangisan dilanjutkan dengan pengaduan ke Ketua DPC.

“Suami saya sakit sudah 3 hari, sudah dibelikan obat di warung tapi panas tidak turun,” kata Bu Poniyem tidak berdaya. Spontan suaminya kemudian dibawa ke rumah sakit dan ternyata terkena demam berdarah. Kata dokter jika terlambat bisa-bisa nyawanya tak terselamatkan.

Melihat mkonidisi keluarga Ibu Poniyem, Eva Sundari kemudian mengangkat anak Ibu Poniyem yang berusia 11 tahun, menjadi anak asuhnya. Dwi yang nyaris gagal lulus SD tahun ini jika tidak dijemput guru SDnya karena sepedanya rusak.

“Bagi keluarga miskin, bebas SPP saja tidak cukup. Mereka tidak punya uang untuk beli seragam, tas, buku, sepeda. Padahal pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan keluarga,” kata Eva menjelaskan alasan pengangkatan Dwi sebagai anak asuh.

Pada hari itu, para bacaleg untuk Kab, Propinsi, dan DPR RI dari DPC PDI Perjuangan melakukan canvassing dalam bentuk bakti sosial berdasar informasi dari kader ranting-ranting.

Ketua DPC PDI Perjuangan menjelaskan kegiatan tersebut untuk membangun spirit kerja tim. “Ada pertarungan dengan eksternal partai, tapi kedalam kita pakai gotong royong dalam Pileg dan Pilpres tahun depan,” kata Marhaenis. (sak)

Bagikan artikel ini