Bekraf Fasilitasi 20 Pengrajin Daerah

Bekraf Fasilitasi 20 Pengrajin Daerah

Pameran Interior and Craft (ICRA) telah menghadirkan produk-produk kreatif berbasis kriya dan desain pada 30 Agustus-3 September lalu di Hall B, Jakarta Convention Center. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi 20 pengrajin dari berbagai daerah untuk hadir di booth Bekraf yang diberi nama ‘Identities’.

“Peran Bekraf di ICRA ke-17 ini memfasilitasi 20 pengrajin dari berbagai daerah, Kalimantan Timur sampai Banten untuk hadir di booth Bekraf,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam sambutannya saat pembukaan pameran.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki produk-produk yang baik namun cara kita memperkenalkan serta menjual karya-karya kita sangat seadanya.

“Hal tersebut sangat disayangkan, maka dari itu marilah kita mulai mendukung serta menyokong pertumbuhan industri kreatif di Indonesia,” ujar Triawan.

Menurut Triawan ekonomi kreatif di Indonesia akhir-akhir ini sangat terdorong sebagai market place melalui media digital terutama pada produk kriya yang tadinya belum tersentuh dan diketahui secara luas saat ini sudah semakin banyak peminat dan berkembang.

Peran penting Bekraf hadir sebagai sebuah lembaga pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memasarkan produk-produk ini dengan berbartisipasi dalam berbagai macam acara pameran.

Ia menambahkan kemandirian bangsa Indonesia merupakan pilar yang sangat penting di tengah era globalisasi yang begitu cepat dan memiliki dampak yang luar biasa guna mewujudkan kesejahteraan rakyat dan berkeadilan sosial. “Kita sangat bersaing dalam produk kerajinan dengan negara lain,” tukas Triawan.

Ketua panitia ICRA 2017 Titiek Djoko Sumaryono mengungkapkan tahun ini ICRA mengusung tema ‘Mengembangkan Ekosistem Industri Kreatif Berbasis Kriya dan Desain’

“Keunggulan produk ekonomi kreatif di negara kita yang berbasiskan seni budaya dan kerajinan, mewarisi benda-benda bersejarah dan purbakala sangatlah luar biasa, termasuk tradisi adat yang melekat dalam karya desain dan kriya yang bisa menjadi daya saing jika dikemas dengan cara yang baik,” ujar Titiek.

Adapun 20 daftar pelaku ekraf yang didukung oleh Bekraf beserta produknya yaitu: Piguno (Furniture), Rumah Rakuji (Interior Tenun Ulap Doyo), Fatchcraft (Home Décor), Nuanza Ceramic (Keramik), Naira and Djosi Jewelry (Tas dan Perhiasan), Mader (Sepatu), Etunik (Interior Kayu), Matoa Indonesia (Jam Tangan Kayu), RUNA (Perhiasan), UBDY Bali (Homeware Handmade Kayu Jati).

Lalu ada Alami By Kekean Wastra Gallery (Interior Batik), Pilus Andini (Aneka Kerajinan Tas Nusantara), Object Too (Home Interior), Celadona (Keramik), Mandiri Art (Kerajinan Logam), Ahadiat Joedawinata (Keramik), Kandura Studio (Keramik), Zimawood (Aneka Kerajinan Kayu), Du’anyam (Anyaman), Dian Rizqita Ecoprint (Kain Batik Ecoprint). (sak)

Bagikan artikel ini