Bekraf Fasilitasi Pemenang FSI

Bekraf Fasilitasi Pemenang FSI

Final Kompetisi dan Konferensi Food Startup Indonesia (FSI) digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Royal Ambarrukmo Jogja, Rabu (4/10).

Bekraf mempertemukan 30 perusahaan rintisan (startup) sub sektor kuliner yang terpilih dari demoday FSI di Jogja (30/11), Bali (24/5) dan Bandung (19/7) dengan calon investor di final ini.

“Kami mencari talenta talenta food startupIndonesia yang memiliki gagasan unik, inovatif, dan kreatif untuk bisa mewujudkan rasa Indonesia mendunia. Harapannya, food startup pilihan ini bisa mengembangkan usahanya dengan investasi investor,” tutur Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Pada final FSI ini, 30 startup kuliner ini berkesempatan menampilkan produk mereka pada expo di Atrium Plaza Ambarrukmo Yogyakarta selama tiga hari (29/9 s.d 1/10). Selain bergabung pada expo, tiap startup kuliner ini mendemonstrasikan produk mereka saat expo.

Bekraf berupaya meningkatkan kapasitas pelaku dari akses permodalan serta fasilitasi hak kekayaan intelektual melalui FSI.

FSI memperkaya ilmu dan meningkatkan network para startup, serta mentoring untuk mempertajam pitching dan model bisnis mereka dengan mentor yang sudah berpengalaman di bidang kuliner. Bekraf melengkapi final FSI ini denganpublic speaking class, seminar, dan workshop tentang bisnis kuliner (2 s.d 3/10).

30 startup kuliner ini berkompetisi pitching untuk dipilih menjadi tiga besar. Tiga besar startup kuliner terpilih ini akan difasilitasi Bekraf pada pemasarandanpengembangan produknya sehingga dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan akan mendapatkan penyaluran permodalan.

Salah satu investor yaitu CEO Mikro Investindo Utama, Budi Isman, mengungkapkanlandasan utama Mikro Investindo Utama tertarik bekerjasama dengan program FSI Bekraf yaitu passion membantu anak-anak muda mengembangkan entrepreneurship.

“FSI exposure memotivasi anak-anak muda untuk lebih kreatif. Startup kuliner diberi kesempatan untuk menjual gagasan dan bisnis dengan investor untuk mengembangkan usaha,” ucap Budi di salah satu TV nasional beberapa waktu lalu.

Co-Founder Rocket Pizza, Doddy Hidayat, salah satu food startup terpilih yang masuk final ini menceritakan dampak positif keikutsertaannya di FSI demoday Bali. Doddy tidak menyangka bisa bergabung demoday Bali. Ia menyadari kompetisi kuliner sangat ketat dan semua berlomba-lomba berinovasi.

“Banyak pengayaan bertemu dengan mentor yang pakar di bidangnya, investor, dan para startup penemu yang ahli di bidangnya. Sangat bermanfaat program akselerasi dan barometer serta yang buat Bekraf. Siapa lagi yang berkepentingan dengan ekonomi kreatif selain Bekraf,” ucap Doddy saat berdialog di salah satu TV nasional.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, menambahkan “Penyelenggaraan FSI diluar ekspektasi kami (Bekraf). FSI sebagai tempat berkumpul orang kreatif dan penuh ide sehingga mereka berkolaborasi. Harapan kami, para food startup ini bukan hanya mengembangkan bisnis mereka dengan kolaborasi, tetapi juga mendapat investasi.” (mm)

Daftar 30 Startup Kuliner

FSI Bandung : Abon Jamur Ailani/ Ailani Food, Abon Sapi Cap Koki/ UKM Cap Koki Purbalingga, Bronchips, IMyCo Indonesia Mushroom/ CV Agatha Pratama, Inagiri, Jamoru, Kelapa Indung, Kringz Sambal, Mayai Fish Snack, dan Sirtanio Organik.

FSI Bali : Ladang Lima, Matchamu, Ello Jello, Rocket Pizza, Ospinachi, Chili bags, Bebek Pak Joss, Cocodeli, Havelteh, dan Sangrai Pelopor Puyuh.

FSI Jogja : Arafa Tea, Ibuk Ginger Syrup, La Mente, Magek, Mushome, Nutrikidz, Pawon Selera, Singkring, Siomay Aisha, dan Stereo Dessert. (sak)

Bagikan artikel ini