Benda Jatuh di Madura Tidak Bahaya

Benda Jatuh di Madura Tidak Bahaya

Kabupaten Sumenep di Pulau Madura dihebohkan dengan jatuhnya beberapa benda antariksa. Benda jatuh antariksa tersebut tersebar di beberapa titik di Pulau Giligenteng dan Pulau Giliraja, Sumenep, Jawa Timur, pada 26 September 2016. Benda-benda tersebut menimpa rumah, kandang sapi, dan peraian sekitar Pulau Giliraja.

Dampak peristiwa tersebut, masyarakat di sekitar peraiaran Pulau Giliraja tidak berani melakukan penangkapan ikan di laut.

Menurut sisaran pers LAPAN, disebutkan sistem pemantauan benda jatuh antariksa yang dioperasikan di Pusat Sains Antariksa LAPAN (orbit.sains.lapan.go.id), pada hari tersebut terdapat dua benda antariksa yang diperkirakan melintas di atas wilayah Pulau Madura.

Bekas roket Delta 2 PAM-D yang melintas sekitar pukul 6.30 WIB dan bekas roket Falcon 9 yang melintas sekitar pukul 9.30 WIB.

Benda antariksa tersebut diperkirakan jatuh ke permukaan bumi pada tanggal 26 September 2016, hal ini bertepatan dengan laporan yang disampaikan oleh warga Sumenep tentang jatuhnya benda antariksa.

LAPAN sebagai lembaga yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan penerbangan dan antariksa, merespon dengan cepat peristiwa tersebut. Dikirim Tim Investigasi yang terdiri dari personil Biro KSHU, Pusat Sains Antariksa, dan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pasuruan, Selasa (27/09).

Tim terjun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran kejadian yang telah disampaikan kepada publik melalui media cetak maupun media elektronik. Tim selanjutnya mengidentifikasi benda jatuh tersebut berdasarkan hasil pemantauan LAPAN terhadap kemungkinan salah satu benda antariksa jatuh di Pulau Madura.

Dalam melaksanakan investigasi, Tim LAPAN mendapat dukungan penuh baik finansial maupun moril dari Kapolres Sumenep AKBP H Joseph Ananta Pinora dan jajarannya. Mulai peninjauan lokasi jatuhnya benda antariksa hingga melakukan identifikasi kebenaran sistem pemantau LAPAN terhadap benda antariksa yang melintas di wilayah Kedaulatan Indonesia.

Hasilnya, ditemukan bekas roket Falcon 9 yang jatuh di tiga tempat tersebut, mengarah pada prediksi jatuh di atas Pulau Madura. Untuk memberikan jaminan keamanan terhadap benda jatuh antariksa yang telah dievakuasi dan disimpan pihak Polres Sumedang, Tim Investigasi LAPAN bekerjasama dengan BAPETEN mengukur tingkat paparan radiasi nuklir dari benda jatuh antariksa tersebut.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa benda tersebut tidak terpapar radiasi nuklir, sehingga masyarakat Sumenep diharapkan tidak perlu takut untuk beraktivitas kembali baik mencari ikan maupun pekerjaan lain.

Kegiatan Tim Investigasi tersebut sesuai amanat UU No 21 Thn 2013 tentang Keantariksaan, Pasal 59. Disebutkan bahwa tujuan keamanan dan keselamatan, serta kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, setiap benda jatuh antariksa di wilayah kedaulatan dan wilayah yurisdiksi NKRI wajib diserahkan kepada lembaga yang berwenang mengelolanya.

Maka Kapolres Sumenep menyerahkan empat benda jatuh yang telah ditemukan, berupa tiga tabung besar dan satu panel kelistrikan kepada LAPAN. Penyerahan disaksikan jajaran Polres dan media massa, pada Kamis (29/9) pukul 12.30 WIB di Kantor Polres.

Jika benda jatuh antariksa tersebut milik asing, maka LAPAN akan menindaklanjuti sesuai dengan perjanjian internasional yang berlaku. (sak)

Bagikan artikel ini