Bincang Santai Menteri Rini dan Wartawan

Bincang Santai Menteri Rini dan Wartawan

Menteri BUMN Rini Soemarno mengajak para wartawan untuk bincang santai di Kawasan Sunda Kelapa, Jakarta awal bulan Maret. Perjalanan dimulai dari Gedung Kementerian BUMN.

Menteri BUMN bersama para pejabat Eselon I Kementerian BUMN dan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono beserta para awak media berjalan kaki bersama menuju Halte Transjakarta Balai Kota yang hanya berjarak beberapa puluh meter.

Dari sana, semua peserta termasuk Menteri BUMN menggunakan moda transportasi TransJakarta seri vintage tahun 90 dan 70 an menuju Kota Tua. Uniknya, TransJakarta seri vintage tahun 90 dan 70 an yang dinaiki oleh rombongan bincang santai, tetap berhenti di koridor untuk mengangkut para penumpang yang menuju halte stasiun Jakarta kota.

Beberapa penumpang tampak kaget saat mengetahui bahwa mereka berada satu bus dengan Menteri BUMN, berbagai reaksi pun terlihat, dari terkejut, mengajak berfoto, bersalaman, bahkan menawarkan jasa asuransi.

Setibanya di halte stasiun Jakarta kota, Menteri BUMN dan rombongan berjalan kaki menuju museum Bank Mandiri dan melanjutkan sesi foto bersama para awak media di depan museum Fatahillah.

Dilanjutkan menyisir jalan setapak sambil melihat-melihat bangunan dan properti Kota Tua milik BUMN untuk menuju Toko Merah yang merupakan sebuah peninggalan bangunan kolonial Belanda yang terletak di tepi barat Kali Besar, Kota Tua Jakarta.

Tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa, Menteri BUMN bersama para pejabat Eselon I Kementerian BUMN menggelar bincang santai diatas kapal Amanat Sentosa.

Ada beberapa hal yang disampaikan Menteri Rini dan para pejabat Eselon I yang hadir pada kesempatan tersebut, mulai dari target laba bersih di tahun 2017 yang ditargetkan menjadi Rp 197 triliun atau meningkat 21% dari realisasi di periode 2016.

Hingga keinginan Rini agar BUMN dapat memelihara serta mengembangkan aset-aset yang memiliki potensi sebagai tujuan wisata.

Sebelumnya, Menteri Rini bersama Dirut PT Pelindo II Elvyn G Masassya dan jajaran PT Pelindo II melihat-lihat kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Menteri meminta Dirut Pelindo II agar pelabuhan tertua di DKI Jakarta yang dikelola PT Pelindo II itu dapat dimanfaatkan sebagai tujuan pariwisata. “Sunda Kelapa ini merupakan pelabuhan dengan nilai sejarah tinggi dan cantik, bisa menjadi tujuan wisata,” harapnya.

Tak terasa hari mulai gelap, kegiatan bincang santai pun dilanjutkan dan ditutup di restoran yang berada di Kawasan Sunda Kelapa. Menikmati ikan bakar tentunya! (sak)

Bagikan artikel ini