Bisnis Kopi Tanpa Air Panas

Bisnis Kopi Tanpa Air Panas

Social media saat ini merupakan salah satu media yang amat berperan dalam siklus perkembangan bisnis. Para wirausahawan makin dimudahkan dalam memasarkan produk andalan mereka, dan menggaet konsumen sesuai dengan target pasar.

Topik inilah yang diangkat sebagai bahan penelitian oleh Andrew Budianto, Wisudawan Aktif Berprestasi dari Program International Business Management (IBM) Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

Berawal dari ketertarikannya terhadap kopi, Andrew mendirikan usaha minuman kopi yang dilabeli Kovalen Coffee. Ia bahkan rela berangkat ke pusat penelitian kopi di Jember untuk memperdalam pengetahuannya.

Produknya kemudian mulai diluncurkan pada tahun 2017, dan dipasarkan via Instagram (@kovalencoffee) dengan target pasar segmen premium.

Menurut Andrew, Kovalen Coffee memiliki ciri khas tersendiri bila dibandingkan dengan kompetitor. Satu botol Kovalen Coffee dibanderol seharga Rp18.000-Rp19.000.

“Kopinya tidak membuat kembung, selain itu proses pembuatannya juga tanpa air panas. Bahan-bahan yang digunakan pun alami, dan no added preservative (tidak ada bahan pengawet). Jadi, masa ketahanan kopinya sekitar dua minggu,” jelasnya.

Bisnisnya ini bukannya tanpa rintangan. Sebagai pemilik, Andrew harus pandai-pandai membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Apalagi saat itu, ia sedang menggarap skripsi. Semua jerih payah Andrew akhirnya terbayar dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,89.

“Yang memotivasi saya saat itu adalah karena saya merasa beruntung, punya kesempatan untuk menentukan pilihan, dan pendidikan. Tidak mungkin saya menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan,” ucapnya.

Semasa kuliah, Andrew juga aktif sebagai anggota dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM). Ia mengaku mendapatkan beberapa pengalaman yang kemudian ia terapkan di dunia kerja. Salah satunya adalah belajar untuk percaya dengan orang lain, dan tidak takut untuk berkolaborasi.

Saat ini, Andrew sedang sibuk mengikuti program management trainee pada salah satu perusahaan di Surabaya. Rencana ke depan, ia juga ingin untuk mengembangkan Kovalen Coffee lebih jauh lagi. “Saya berharap bisa punya usaha yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang,” tuturnya. (ist)

Bagikan artikel ini