BKPM Ajak Pelindo III Gaet Investor Australia

BKPM Ajak Pelindo III Gaet Investor Australia

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kedubes RI di Canberra menyelenggarakan Indonesia-Australia Investment Forum di Melbourne dan Brisbane. Pelindo III turut hadir mempresentasikan pengembangan infrastruktur maritim guna menarik investasi Australia.

Tema yang diusung ‘Indonesia’s New Investment Policy: A Look at Investment Opportunities and Government Support in Developing the Industrial and Infrastructure Sectors’.

Antusiasme para investor Australia cukup besar, tercatat lebih dari 100 pelaku usaha Negeri Kanguru yang bergerak di bidang pertanian, infrastruktur, kemaritiman, pariwisata, telekomunikasi dan perbankan hadir.

Dengan fokus di sektor maritim dan turisme, BKPM berupaya menarik investasi pelaku usaha Australia. “Salah satu bentuk reformasi sistem yakni memberikan kemudahan investor mengurus perizinan. BKPM dengan kementerian terkait mempermudah perizinan investasi di Indonesia,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani.

Dilihat sisi geografis, pelabuhan yang dikelola Pelindo III lebih dekat dengan Australia. Biaya pengiriman barang jauh lebih murah dibanding jika melalui Tanjung Priok di Jakarta. “Pelindo III berupaya meningkatkan layanan pada pelanggannya, salah satu caranya menyediakan peralatan dan sistem yang mutakhirm” tegas Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Komunikasi Pelindo III Husein Latief.

Pelindo III memiliki proyek yang cukup ambisius yang ditawarkan. Kawasan industri terintegrasi pelabuhan yang disebut Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar Gresik, Jatim.

Juga ada Terminal Teluk Lamong yang merupakan pelabuhan semi-otomatis pertama di Indonesia. Terminal Teluk Lamong adalah 100 persen karya anak bangsa Indonesia.

“Peralatan yang canggih dan ramah lingkungan yang tersedia di Terminal Teluk Lamong menjadi daya tarik bagi para investor, terlebih sistem yang digunakan berasal dari RBS perusahaan Australia, seharusnya pelaku usaha Australia tak perlu khawatir menggunakan infrastruktur Pelindo III”, imbuh Husein Latief.(sak/foto humas pelindo 3)

Bagikan artikel ini