BUMN Kedirgantaraan Rapatkan Barisan

BUMN Kedirgantaraan Rapatkan Barisan

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan posisi yang strategis. Kondisi geografis Indonesia yang berada di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Benua Australia serta di antara dua samudera, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan lalu lintas penerbangan terpadat di Asia.

Kondisi penerbangan seperti ini dapat menciptakan peluang bisnis yang akan dimanfaatkan oleh perusahaan pelat merah. Bertempat di kantor Kementerian BUMN pekan lalu telah ditandatangani Kesepakatan Kerjasama Strategis di Bidang Pengembangan Bisnis Maintenance, Repair & Overhaul Pesawat dengan nama Indonesian Service Hub.

Kesepakatan ini merupakan bentuk sinergi dari beberapa perusahaan dan anak perusahaan BUMN di bidang penerbangan yaitu PT Garuda Indonesia, PT Pertamina, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Dirgantara Indonesia, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Indopelita Aircraft Service, PT Nusantara Turbin & Propulsi dan PT Merpati Maintenance Facility.

“Kemampuan masing-masing ini akan dipadukan untuk saling melengkapi dan menguntungkan semua pihak,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno, yang juga hadir dalam penandatanganan kesepakatan.

Kesepakatan ini merupakan langkah awal dalam pembentukan Indonesian Service Hub yang bertujuan untuk mengoptimalkan Maintenance, Repair, Overhaul & Modification (MRO+M).

Diharapkan pembentukan Indonesian Service Hub ini mampu memberikan nilai tambah bagi industri kedirgantaraan dan memperkuat bargaining position industri komponen pesawat dalam negeri melalui pemanfaatan konsep imbal Dagang Kandungan Lokal dan Ofset (IDKLO) dalam pengadaan yang dilakukan oleh BUMN. “Diharapkan menjadi hub untuk maintenance pesawat terbang dan engine terbaik minimal wilayah ASEAN, tetapi target saya Asia,” ujar Menteri Rini. (sak)

Bagikan artikel ini