Calon Perawat Jagoan Taekwondo

Calon Perawat Jagoan Taekwondo

Ditengah kesibukan menjadi mahasiswa program studi Pendidikan Ners, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gali Wulansari masih bisa berprestasi di luar kampus.

Gadis kelahiran Lamongan itu berhasil meraih medali emas Kejuaraan Kyorogi Taekwondo Senior Putri pada Magupura Internasional Championship 2017 di Bali. ‘’Alhamdulillah. Saya berlatih takwondo sejak 2006 lalu tepatnya saat masih SD,’’ akunya tentang kejuaraan yang baru saja diraihnya itu dengan wajah berbinar.

Dikisahkan, sejatinya gadis kelahiran 28 September 1997 itu tidak menyangka bisa menyabet juara I pada even internasional tersebut. Masalahnya tidak ada trik khusus untuk bisa tampil kampium di kejuaraan bergengsi.

Hanya saja, dia akui untuk persiapan kejuaran dilakukan latihan setiap hari. Tepatnya, saat malam tiba. ‘’Ya, memang harus ada pengorbanan khusus dalam persiapan kejuaran. Karenanya saya pilih latihan malam hari setiap hari, seminggu sebelum kejuaraan,’’ tuturnya tentang kiat sukses dalam kejuaraan yang diikuti kali ini.

Kejuaraan yang diraihnya bukan karena usahanya semata saja. Tetapi juga besarnya dukungan orang tuanya dan pelatih yang menjadikan gadis berhijab itu berjaya. ‘’Harus ada kerja-sama kompak dengan coach sih,’’ katanya merendah.

Khusus kejuaraan interansional di Bali itu, aku Gali, awalnya merasa kurang percaya diri. Tetapi berkat dukungan pelatih, semangat dan doa dari kedua orangtuanya, Gali melangkah mantap. Berkat doa itu jualah Gali berani membuat target, sebuah gelar juara harus bisa diraih sebagai hadiah untuk orang-orang tercintanya.

Memang, katanya lebih lanjut, ada kekhawatiran orangtuanya jika dirinya cedera dalam setiap even yang diikuti. Terlebih jika, kejuaran diselenggarakan jauh dari kota kelahirannya. ‘’Gantian saya yang meyakinkan orangtua, kalau saya akan baik-baik saja. Alhamdulillah,’’ tuturnya.

Disinggung kuliahnya, Gali mengaku tak ada masalah. Semua tugas dari kampusnya juga lancar dikerjakan. Justru Gali berterima kasih atas suport almamaternya terhadap aktivitasnya di laur kampus. Baginya pelajaran di kampus bisa diterapkan di atas matras. Salah satunya dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Jika tidak, akan berakibat fatal bagi dirinya. (yul)

Bagikan artikel ini