Cenderamata Cantik Peserta KTT IORA

Cenderamata Cantik Peserta KTT IORA

Sudah sejak jauh hari sebelum pelaksanaan KTT IORA 5-7 Maret 2017, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) yang berperan sebagai Penanggung Jawab Bidang Pelaksanaan KTT IORA telah mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk menunjang kesuksesan perhelatan tersebut.

Kepala Bagian Perlengkapan, Biro Umum Kemensetneg R Benus Drojo menjelaskan berbagai persiapan yang telah dilakukan untuk mendukung kesuksesan acara KTT IORA, mulai dari jamuan, cendera mata, sampai dengan furnitur yang dipakai.

Untuk jamuan, yang dipersiapkan adalah jamuan untuk tamu VVIP, sebagian tamu Delegasi, dan jamuan bagi Panitia serta Petugas Keamanan. Sedangkan untuk logistik, telah disediakan peralatan dan juga furnitur antara lain kursi dan meja yang akan digunakan dalam ruangan-ruangan di KTT IORA.

“Kalau furnitur kita menggunakan furnitur standar Istana Kepresidenan, terutama untuk kursi­kursinya. Ada beberapa jenis yang kita gunakan seperti kursi untuk holding room kita menggunakan warna gold,” kata Benus.

Dalam penjelasannya, Benus juga menyampaikan hal unik terkait penyiapan furnitur. Meja jamuan untuk VVIP dengan standar Kepresidenan dibuat secara khusus sepajang 22 meter yang dapat menampung 25 orang. Meja panjang itu terbuat dari kayu jati asli. Untuk proses pembuatan meja itu sendiri secara khusus telah dilakukan sejak sekitar 6 bulan yang lalu.

Sedangkan meja tamu VVIP untuk jamuan makan siang menggunakan meja roundtable atau meja bundar yang dapat menampung 12-15 orang, atau biasa disebut dengan istilah meja Obama karena meja itu dibuat Kemensetneg ketika mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia tahun 2010 lalu.

Selain jamuan dan logistik, Kemensetneg juga menyiapkan Conference Kit untuk tamu VVIP yang didesain khusus menggunakan batik tulis dan berbahan kulit untuk menunjukkan kekayaan seni budaya Indonesia.

Isi Conference Kit terdiri atas stasionery dan cenderamata spesial pulpen unik yang disiapkan sesuai dengan jumlah Kepala Negara. Pulpen unik yang digunakan sebagai cenderamata tersebut adalah pulpen silver Bali yang kualitasnya tidak kalah bersaing dengan produk dari luar negeri.

Pulpen silver Bali yang diterbangkan secara khusus oleh pengrajinnya tersebut, menggunakan material berkualitas tinggi. Pulpen ini didesain khusus dan dibuat secara manual atau handmade, sehingga tidak akan ada pulpen silver Bali ini yang benar-benar sama.

Juga disiapkan cenderamata meja yang akan diberikan kepada setiap tamu undangan di acara Welcoming Dinner, Senin 6 Maret 2017. Cenderamata yang diberikan tersebut sesuai dengan tema yang diusung KTT IORA yaitu “Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean”.

Para tamu undangan akan mendapat cenderamata meja yang dibuat di Yogyakarta dan Mojokerto, untuk diberikan kepada peserta KTT IORA, yaitu kapal Pinisi di dalam botol kaca dengan panjang kurang lebih 10 cm dan kapal Pinisi yang terbuat dari kristal yang dibuat secara 3D dan didesain oleh pengrajin Indonesia.

Para tamu undangan tersebut akan memperoleh satu di antara dua jenis cenderamata tersebut. Kapal Pinisi itu sendiri adalah kapal layar tradisional khas Indonesia, yang berasal dari suku Bugis dan suku Makassar. Tak lupa para tamu undangan juga membawa satu buah angklung dari angklung Undjo, setelah sebelumnya alat musik tersebut dimainkan bersama-sama.

Sedangkan untuk cenderamata spouses Kepala Negara, telah disiapkan stola batik tulis dari Surakarta. Diharapkan cenderamata dan Conference Kit yang unik tersebut akan memberikan kesan mendalam pagi para tamu yang hadir di acara gelaran KTT IORA 2017. (sak)

Bagikan artikel ini