Dana USD 1,62M untuk Proyek 35.000 MW

Dana USD 1,62M untuk Proyek 35.000 MW

Pemerintah terus melakukan berbagai terobosan demi membantu percepatan proyek 35.000 MW yang dijalankan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Salah satunya, Pemerintah berhasil memfasilitasi bantuan dana sebesar USD 1,62 miliar dari perjanjian Fasilitas Pinjaman Sindikasi (Syndicated Loan Facilities) kepada PLN.

Dana tersebut berasal dari 20 Bank Internasional dan merupakan kali pertama bagi perusahaan plat merah tersebut memperoleh kredit sindikasi Internasional.

“Ini adalah fasilitas offshore sindikasi dolar AS pertama kalinya untuk PLN dan merupakan tonggak sejarah baru bagi Perusahaan sebagai bukti bahwa Perusahaan memiliki diversifikasi sumber-sumber pendanaan yang beragam,” ujar Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, dalam keterangan persnya, Minggu (4/11).

Sarwono menegaskan kucuran dana tersebut akan digunakan untuk membiayai program ketenagalistrikan yaitu, 35.000 MW.

“Dana dari fasilitas kredit sindikasi ini akan digunakan untuk mendanai investasi PLN dan untuk tujuan korporasi secara umum (general corporate purposes) dalam kaitannya dengan mensukseskan proyek 35.000 MW,” tegas Sarwono.

Perolehan kredit tersebut, imbuh Sarwono, mengindikasikan pasar keuangan internasional (termasuk international Loan Market) sangat mempercayai profil kredit dari PLN. “Kami percaya ini adalah bukti kuat bahwa profil kredit PLN dan Indonesia yang sangat baik,” ungkapnya.

Fasilitas pinjaman ini terdiri dari fasilitas pinjaman berjangka (Term Loan Facility) senilai USD 1,32 miliar dengan tenor 5 tahun dan fasilitas kredit berulang (Revolving Credit Facility) senilai USD 300 juta dengan tenor 3 tahun sehingga total fasilitas pinjaman menjadi sebesar USD 1,62 miliar.

Total fasilitas pinjaman ini meningkat dari jumlah komitmen awal pihak Bank sebesar USD1,5 miliar yang mendapat lebih dari USD 2 miliar komitmen. Sehingga PLN berhasil mengeksekusi opsi green-shoe (tambahan atau upsize dari komitmen awal) dan berhasik meningkatkan jumlah fasilitas menjadi USD 1,62 miliar.

Proses sindikasi untuk transaksi ini diluncurkan pada tanggal 3 Juli 2018, ditandai dengan presentasi (roadshow) ke beberapa bank di Singapura dan Tokyo.

Pada 8 Juni 2018, PLN menunjuk beberapa Bank Internasional yang terdiri dari Australia And New Zealand Banking Group Limited (“ANZ”), Bank of China (Hong Kong) Limited (“BOC”), Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd (“Citi”)., Mizuho Bank, Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (“OCBC”), Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch (“SMBC”) / PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (“SMBCI”) , dan United Overseas Bank Limited (“UOB”) sebagai Mandated Lead Arranger & Bookrunners (“MLABs”).

Sebagai informasi, PLN telah memiliki credit rating internasional yaitu Baa2 (Moody’s), BBB (Fitch Ratings), dan BBB- (Standard & Poor’s) dimana credit rating tersebut yang sama dengan credit rating Pemerintah Indonesia. (sak)

Rincian Kreditur:

01. Australia and New Zealand Banking Group Limited USD150jt
02. Bank of China (Hong Kong) Limited, Jakarta Branch USD150jt
03. Citibank, N.A., Singapore Branch USD150jt
04. Mizuho Bank, Ltd. / PT Bank Mizuho Indonesia USD150jt
05. Oversea-Chinese Banking Corporation Limited USD150jt
06. Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch USD150jt
07. United Overseas Bank Limited USD150jt
08. First Abu Dhabi Bank P.J.S.C., Singapore Branch USD150jt
09. Industrial and Commercial Bank of China (Asia) Limited USD150jt
10. Cathay United Bank USD50jt
11. DZ Bank AG, Singapore Branch USD50jt
12. Mega International Commercial Bank Co., Ltd. USD35jt
13. Bank of Taiwan, Offshore Banking Branch USD30jt
14. Land Bank of Taiwan, Singapore Branch USD30jt
15. Hua Nan Commercial Bank, Ltd., Singapore Branch USD20jt
16. The Hyakugo Bank, Ltd. USD20jt
17. The Hokkoku Bank, Ltd. Singapore Branch USD10jt
18. Jih Sun International Bank, Ltd. USD10jt
19. The Shanghai Commercial & Savings Bank, Ltd. USD10jt
20. PT. Bank SBI Indonesia USD5jt

Bagikan artikel ini