Delapan Cabang OR Pelatnas di Korsel

Delapan Cabang OR Pelatnas di Korsel

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyatakan pemusatan latihan beberapa cabang olahraga di Korea Selatan sebagai persiapan Asian Games 2018, tinggal menunggu masing-masing cabang olahraga menentukan waktunya.

“Kami fix akan ada pengiriman atlet ke Korea Selatan, sekarang tinggal sama-sama melihat program kerja masing-masing cabang olahraga untuk penyesuaian waktunya,” kata Ketua Umum KONI Tono Suratman saat ditemui di Hotel Red Top Jakarta, Senin (19/2).

Rencana ke Negeri Ginseng itu sendiri, merupakan tindak lanjut dari kerja sama pembinaan atlet dengan Korea Selatan yang ditandatangani Tono dengan Gubernur Provinsi Chungcheongbuk-do, Si Jong Lee, saat kunjungan KONI ke Korea Selatan.

Rencananya, para atlet Indonesia yang akan dikirimkan ke Korea Selatan, akan melakukan pemusatan latihan dan “try out” di National Training Center Korea Selatan di Jincheon yang memiliki kapasitas 1.150 orang dan mengakomodir 37 cabang olahraga.

“Kami memandang ini peluang yang sangat baik, karena di sana akan banyak kompetitor dan semakin banyak kompetisi saya pikir akan semakin baik. Terlebih, Korea juga dikenal sebagai salah satu negara kuat dan memiliki prestasi gemilang di bidang olahraga,” ujar Tono seperti dikutip Antara.

Para atlet yang akan dikirimkan ke Korea Selatan sendiri, tutur Tono, akan berasal dari delapan cabang olahraga seperti taekwondo, gulat, angkat besi, golf, anggar dan bola tangan. “Bulu tangkis sebenarnya ditawari juga, tapi mereka mungkin memiliki strategi lain,” ujar Tono.

Pengiriman atlet sendiri, tambah Tono, dijadwalkan dari bulan Februari atau Maret hingga Juli atau Agustus dan menggunakan biaya dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan besaran indeks yang sama.

Sebagai informasi, pusat pelatihan Korea Selatan itu sendiri, dikabarkan merupakan yang terlengkap dan terbesar di dunia dan menggantikan pusat pelatihan yang berada di Tuerung dan didukung fasilitas indoor dan outdoor berikut dengan pusat sport science dan sport medicine. (ant)

Bagikan artikel ini