Desa Wisata Tomok, Danau Toba Diresmikan

Desa Wisata Tomok, Danau Toba Diresmikan

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I melakukan Penyerahan Bantuan Pembangunan Desa Wisata Tomok Parsaoran, Danau Toba dan Pembentukan/Pembinaan Kelompok Sadari Wisata, Senin (13/11) di Kompleks Pertunjukan Sigale-gale Desa Wisata Tomok, Samosir.

Penyerahan dilakukan simbolis Direktur Keuangan Pelindo 1, Farid Luthfi kepada Kepala Desa Tomok, Mangiring Sidabutar yang disaksikan oleh Asisten Deputi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Indriani Widiastuti, Direktur SDM dan Umum Pelindo 1 Hamied Wijaya, Pemerintah Kabupaten Samosir yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir.

Desa Wisata Tomok Parsaoran di Pulau Samosir yang berada di Kawasan Danau Toba merupakan desa binaan Pelindo 1 yang menyimpan banyak sejarah dan memiliki banyak tempat objek wisata seperti: Makam Raja Sidabutar, Museum Batak, dan pertunjukan Sigale-gale. Potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas itulah yang mendorong Pelindo 1 untuk membantu mengembangkan potensi desa ini.

Farid Luthfi mejelaskan Danau Toba masuk dalam 10 destinasi pariwisata yang ditetapkan pemerintah sejak tahun 2016. “Desa wisata Tomok ini lokasinya di sekitar wilayah Danau Toba sehingga Pelindo 1 tergerak untuk mengembangkan pariwisata khususnya di desa ini. Kami telah melakukan pengembangan desa ini sejak Agustus 2016,” terang Farid.

Bantuan yang diberikan Pelindo 1 berupa pembangunan fisik di desa ini yang meliputi: penataan lanskap area kursi batu dan penanda kawasan, penataan tribun penonton untuk pertunjukan Sigale-gale, pembangunan Sopo (Bangunan khas Batak).

Juga pembangunan gazebo demo pengrajin tenun, pembuatan papan nama penanda kawasan, penataan lanskap area makan Raja Sidabutar, penataan lanskap dan panggung upacara Mangalahat Horbo, pembuatan kursi taman di areal Mangalahat Horbo, serta pembuatan lahan parkir.

Selain itu, Pelindo 1 juga berkontribusi membangunan desa wisata ini secara nonfisik dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah turut berpartisipasi dalam beragam event nasional.

Pokdarwis juga diberikan pelatihan serta diajak melakukan studi banding ke beberapa objek wisata di Yogyakarta yang bertujuan untuk menambah wawasan dalam mengembangkan potensi desa wisata dan memperkenalkan budaya Batak kepada para pengunjung yang hadir dengan penyampaian yang cukup menarik.

“Dengan penataan dan pembangunan Desa Tomok, diharapkan mampu memiliki nilai jual yang tinggi untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional untuk mengunjungi desa ini. Tujuannya untuk bisa meningkatkan perekonomian penduduk di Desa Tomok dan sekitarnya serta sebagai wujud untuk ikut serta dalam melestarikan budaya daerah,” terang Farid Luthfi. (sak)

Bagikan artikel ini