Diciptakan Alat Persebaran Suhu Tanaman

Diciptakan Alat Persebaran Suhu Tanaman

Suhu dan kelembaban tanaman yang tidak merata menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak merata pula. Mengatasi hal tersebut, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan alat optimasi persebaran suhu dan kelembaban pada iklim mikro green house di ITS.

Adalah Vinda Zakiyatus Zulfa, mahasiswi Departemen Fisika yang menggagas terciptanya alat otomatis tersebut ke dalam sebuah Tugas Akhir. Dalam penelitiannya, ia mengungkapkan bahwa otomasi suhu dan kelembaban di green house bertujuan untuk memaksimalkan iklim mikro dalam pertumbuhan tanaman.

Green house sendiri merupakan sebuah bangunan yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman karena terbuat dari bahan tembus cahaya. Bangunan green house yang ideal adalah bangunan yang dapat memaksimalkan iklim mikro di dalamnya sehingga pertumbuhan tanaman dapat maksimal.

“Otomasinya dilakukan dengan menambahkan semprotan dan kipas yang terhubung ke sensor pengukur suhu dan kelembaban tanah serta udara,” ungkap gadis kelahiran Tenggralek tersebut.

Pada penelitian ini Vinda menggunakan sensor suhu dan kelembaban udara DHT11, sensor suhu tanah DS18B20, dan sensor kelembaban tanah soil moisture.

“Disini saya menggunakan suhu yang ideal yakni 30 derajat,” tambah Vinda. Mahasiswi angkatan 2013 tersebut menjelaskan bahwa suhu yang mempengaruhi tanaman berada di sekitar tanaman itu sendiri. Sehingga, Vinda meletakkan sensornya dengan jarak sepuluh 10 cm.

“Hasilnya, jika sebelum otomasi persebaran iklim mikro green house tidak merata pada setiap titik dan setiap waktu. Sedangkan setelah dilakukan otomasi, persebaran iklim mikro menjadi merata,” pungkas Vinda puas. (yul)

Bagikan artikel ini