Diskusi Novel ‘Kerumuman Terakhir’

Diskusi Novel ‘Kerumuman Terakhir’

Novelis Okky Madasari kembali menemui pembacanya lewat novel terbaru “Kerumunan Terakhir”. Bercerita tentang kegagapan manusia di tengah zaman yang berubah cepat dan tak memberi kesempatan diam dan mengenang.

Menurut Okky, fenomena media sosial adalah inspirasi untuk ‘Kerumunan Terakhir’, di mana hadirnya media sosial dan penggunaannya yang masif membuat manusia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang ada di media sosial.

“Ada masalah kemanusiaan di sana, di mana manusia berusaha keras mendapat pengakuan atau ilusi atas kesuksesannya,” kata Okky.

Novel kelima Okky ini bakal dijadikan bahan diskusi bersama pada hari Minggu (29/5) pukul 09.00 WIB di Kampus Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya. Bertempat di Ruang RM Sumantri, Gedung A Lantai 3, diskusi juga penghadirkan budayawan Budi Darma, guru besar Universitas Negeri Surabaya.

Dunia rekaan dalam novel kelima Okky ini mengusung tokoh utama bernama asli Jayanegara. Meskipun bukan sosok ideal dan sukses, namun di media sosial dengan nama Matajaya, menjadi sososk yang berbeda.

Melalui Matajaya, Okky menyampaikan pesan bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi kehidupan manusia dan bahkan mampu mengubahnya sedemikian rupa, tanpa disadari. Teknologi, khususnya media sosial memberi kesempatan baru dan seiring dengan itu juga membawa masalah baru.

Okky yang mengawali kiprahnya sebagai wartawan, mulai menerbitkan novel sejak 2010 lewat “Entrok”. Berhasil mencuri perhatian khalayak sastra Indonesia. Novel keduanya, “86” terinspirasi kasus-kasus korupsi di KPK yang pernah diliputnya. Novel lainnya berjudul “Maryam” dan “Patung Jiwa”. (sak)

Bagikan artikel ini