Dosen Indonesia Sabet Juara AYSTA

Dosen Indonesia Sabet Juara AYSTA

Ada kabar yang cukup membanggakan bagi Indonesia di malam Gala Dinner 17th Asean Ministerial Meeting on Science and Technology (AMMST-17) pada perhelatan Asean Science Technology Innovation Week (ASTIW) ke-10 2017 pekan lalu di Myanmar ini.

Dosen Fakultas Teknik dari Universitas Indonesia (UI) Chairul Hudaya dinyatakan sebagai pemenang Asean Young Scientist and Technologist Awards (AYSTA) tahun 2017.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan dan penilaian dari National COST (Committee On Science and Technology) Secretariat. Dengan kemenangan ini Chairul mendapatkan hadiah total sebesar 10.000 USD.

Menurut Chairul yang juga merupakan dosen berprestasi UI ini, yang dilihat sebenarnya CV dimana di dalamnya terdapat capaian-capaian prestasi yang dimiliki seperti publikasi ilmiah, paten, dan penghargaan-penghargaan lainnya.

“Saya pribadi memiliki sekitar 20 publikasi ilmiah internasional. Faktor lain yang mendukung kemenangan ini adalah setidaknya capaian prestasi itu berhubungan dengan Negara Asean atau dialog partners,” jelas Chairul.

“Nah kebetulan saya juga lulusan Korea Selatan yang merupakan dialog partners Asean. Kemudian bidang yang saya ampu yaitu bidang energi material (penyimpanan energi baterai lithium) sesuai dengan yang dilombakan,” imbuhnya.

Chairul mengungkapkan Senang bisa menang, dan dengan kemenangan ini harapnya dapat memberikan motivasi, inspirasi, dan semangat bagi mahasiswa maupun dosen untuk terus berkarya, karena jelasnya ini membuktikan Kita dapat sejajar atau bahkan lebih unggul dari Negara lain. Chairul pada saat menerima penghargaan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim.

Selain penghargaan AYSTA 2017, National COST Secretariat juga memberikan penghargaan kepada Hafizal Mohamad dari Malaysia sebagai pemenang Asean Outstanding Scientist and Technologist Award (AOSTA) 2017. Kedua pemenang berhasil menyisihkan peneliti lainnya dengan tema pada tahun ini yaitu “Disruptive technologies, referring to both the component technologies and its applications”. (sak)

Bagikan artikel ini