Dua Juta Buku di Big Bad Wolf Book Sale

Dua Juta Buku di Big Bad Wolf Book Sale

Pameran buku terbesar di Asia Tenggara, The Big Bad Wolf Book Sale menggebrak Surabaya 20-31 Oktober 2016 di JX International Expo. Dengan penawaran diskon mulai 60 hingga 80 persen, PT Jaya Ritel Indonesia selaku pengelola di Indonesia berharap media buku kembali meramaikan warna hidup masyarakat Indonesia.

“Lebih dari 2 juta buku dapat ditemukan di The Big Bad Wolf Book Sale Surabaya dengan penawaran harga yang sangat terjangkau,” papar Uli Silalahi, Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia di acara pembukaan The Big Bad Wolf Book Sale Surabaya, Rabu (19/10).

Pihaknya sangat berharap setiap pengunjung terutama anak-anak bangsa dapat membawa pulang buku sebanyak-banyaknya dan menyediakan waktu membaca sebanyak 15 menit setiap harinya. “Kami sangat percaya buku adalah jendela dunia,” katanya.

Gubernur jatim Dr H Soekarwo SH MHum pada sambutannya mengatakan, pameran dan penjualan buku terbesar Asia Tenggara ini sejalan dengan progres perkembangan minat baca masyarakat Jatim yang meningkat dari tahun ke tahun. Survey BPS, minat baca masyarakat Jatim tahun 2015 mencapai 65,25 persen. Ini meningkat dari tahun 2014 yang hanya 56% dan tahun 2013 hanya 43 persen.

“Karena itu, saya mendukung sepenuhnya pameran kedua setelah digelar di Jakarta. Ini jadi bagian untuk mencerdaskan bangsa melalui buku. Apalagi, buku yang dipamerkan adalah buku-buku yang berkelas internasional dengan berbagai genre. Dan harganya pun sangat murah dengan diskon sampai 80 persen,” puji Pakde Karwo.

Tak hanya itu. Pakde Karwo pun ikut berpartisipasi dalam pameran ini. Orang nomor satu di jajaran Pemprov Jatim itu membuka stan khusus untuk penjualan buku-buku karyanya. Diantaranya, buku berjudul ‘Jatimnomics’. “Saya menjual tiga buku,” kata bernada promosi.

Pemprov Jatim menurut Pakde Karwo akan terus meningkatkan minat baca masyarakat melalui pembangunan perpustakaan. Saat ini sudah terdapat 3.188 perpustakaan di 8.506 desa/kelurahan yang tersebar di seluruh Jatim. Pada 2018 ditargetkan ada 4.226 perpustakan di seluruh Jatim.

“Kami sangat apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim dalam melancarkan kegiatan book sale ini. Kami pun mendapatkan banyak sekali dukungan dari berbagai institusi dari seluruh Indonesia, seperti Bank Mandiri, Decolith dan Mizan serta Metro TV yang merupakan media partner kami,” tambah Uli Silalahi.

Berlangsung selama 11 hari berturut-turut, pameran buku The Big Bad Wolf Book Sale Surabaya buka selama 24 jam non-stop. Sebagai kota terbesar ke-2 di Indonesia, diperkirakan sebanyak 350,000 pengunjung akan datang, tak hanya dari Surabaya namun juga dari kota-kota lain di sekitarnya.

“Para pengunjung akan dimanjakan berbagai koleksi buku dari buku anak-anak, referensi, arsitektur, hobi dan novel yang berasal dari penerbit besar macamnegara, seperti Simon & Schuster, Harpercollins, Penguin Random House dan Hachette Livre,” ujar Uli Silalahi. “Untuk buku-buku lokal, kami didukung Mizan yang sudah terlibat bekerjasama dengan kami sejak book sale pertama kami di Jakarta.”

Bank Mandiri sebagai rekan ikut serta meramaikan Big Bad Wolf Book Sale Surabaya dengan memberikan customer experience lebih dengan penawaran tambahan diskon sebesar 20 persen atau cicilan 0 persen bagi pelanggan yang menggunakan fiestapoin, e-cash atau kartu kredit dari Bank Mandiri.

Regional CEO Bank Mandiri Wilayah Agus Haryoto Widodo mengatakan mendukung kegiatan seperti Big Bad Wolf Book Sale yang memakmurkan negeri ini. Selain gerakan 15 menit membaca oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Bank Mandiri juga punya visi misi untuk mendorong gerakan nasional dalam membentuk cashless society. (sak)

Bagikan artikel ini