Bekraf Dukung Kriya Indonesia Mendunia

Bekraf Dukung Kriya Indonesia Mendunia

17 brand lokal Indonesia hadir dalam satu paviliun bernama Identities di pameran dagang internasional New York Now 2018. Keikutsertaan tahun ini merupakan hasil kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Kementerian Luar Negeri melalui KJRI New York, Bank Indonesia, dan BRI.

“Ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo agar kehadiran Indonesia lebih signifikan. Ketimbang masing-masing di satu area, gaungnya pun kecil,” kata Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak. 17 brand tersebut dengan rincian Bekraf membantu 8 brand, KJRI New York mendukung 5 brand serta BI dan BRI mendukung 4 brand.

Ke-8 brand produk yang didukung Bekraf adalah Sackai Bags, Siji, Kana Goods, Noesa, Kayou, Pala Nusantara, Jenggala dan Indo Risakti. Deretan merek tersebut dipilih dari proses kurasi terhadap ratusan produk yang mendaftar melalui mekanisme open call.

Proses kurasi sendiri dilakukan oleh beberapa kurator dari dalam dan luar negeri yang berpengalaman dan memiliki jam terbang yang tinggi di bidang seni dan desain kriya.

Produk kriya menjadi salah satu komoditi ekonomi kreatif unggulan yang menjadi fokus pemerintah Indonesia. Subsektor ini sudah memberi kontribusi terbesar terhadap PDB dari sektor ekonomi kreatif, yaitu 15,70% dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp 852,24 triliun.

NY Now 2018 diadakan di Jacob Javits Center, New York dengan mengusung tema “Home, Lifestyle, and Gift.” NY Now menampilkan produk-produk sub sektor kriya dari berbagai negara.

Para calon pembeli yang datang pada umumnya tidak langsung membeli, melainkan mencari tahu terlebih dahulu produk mana yang mereka minati. Setelah mendapatkan produk yang disukai, mereka akan membuat kesepakatan dengan pemilik brand untuk pembelian dalam jumlah besar.

Hingga hari kedua penyelenggaraan NY NOW, para pembeli potensial nampak antusias dengan produk-produk yang dipamerkan. Untuk Bekraf saja total 114 pembeli potensial telah berkunjung dan memulai pembicaraan. Jumlah ini melampaui total pengunjung selama empat hari penyelenggaraan di tahun 2017, sebanyak 111 pembeli potensial.

“Dari awal, kami sudah mulai berkolaborasi dengan lembaga dan kementerian lain. Tahun 2016 pertama kali kami hadir di sini, booth itu masih terpisah. Ada Bekraf, ada kementerian lain. Tahun lalu, kami sudah mulai mengkoordinasikan booth jadi satu,” tutur Joshua.

Tidak hanya banyaknya permintaan penawaran, para delegasi juga disibukkan dengan pesanan yang berdatangan untuk segera dikirim ke Amerika bulan depan.

Hal ini diyakini Deputi Pemasaran Joshua Simandjuntak, sebagai dampak positif atas keberhasilan sinergi antara Kurator Indonesia dengan Kurator New York yang telah melakukan kurasi secara tajam.

Para kurator tersebut adalah Diana Nazir (Himpunan Desainer Interior Indonesia), Yanna Diah Kusumawati (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia), Christianto Prabawa (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia), dan Jennifer Isaacson, seorang kurator internasional dari ByHand Consulting, sebuah perusahaan konsultan independen yang berbasis di AS. (sak)

Bagikan artikel ini