Februari, Nilai Tukar Petani Jatim Turun

Februari, Nilai Tukar Petani Jatim Turun

Februari 2018, kinerja Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur turun sebesar 1,18 persen dari 106,72 menjadi 105,47. Ini karena, sebagian besar petani belum memanen padinya sehingga berdampak pada turunya nilai tukar petani.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono di kantornya Surabaya, Rabu (28/3) mengatakan, salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan adalah indikator Nilai Tukar Petani (NTP). “Jika NTP naik kesejahteraan petani terbenuhi tetapi jika NTP turun petani kesejahteraan masih belum baik,” ujarnya, dikutip Jatim Newsroom.

Turunnya NTP juga disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan. Indeks harga yang diterima petani (It) pada Februari 2018 turun sebesar 0,60 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,59 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Februari 2017, perkembangan NTP Bulan Februari 2018 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 3,59 persen. Sedangkan NTP bulan Februari 2018 dibandingkan Desember 2017 (tahun kalender Februari) mengalami penurunan sebesar 0,91 persen.

Jika dilihat perkembangan masing-masing sub sektor pada Februari 2018 terhadap bulan sebelumnya, tiga sub sektor pertanian mengalami penurunan NTP, sedangkan dua sub sektor mengalami kenaikan. Sub sektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada sub sektor tanaman pangan turun sebesar 2,01 persen dari 108,85 menjadi 106,66.

Diikuti sub sektor peternakan turun sebesar 1,08 persen dari 110,14 menjadi 108,95, dan sub sektor hortikultura turun sebesar 1,07 persen dari 100,74 menjadi 99,66. Sedangkan kenaikan NTP terbesar terjadi pada sub sektor perikanan naik sebesar 0,65 persen dari 111,82 menjadi 112,54, dan sub sektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,37 persen dari 102,65 menjadi 103,03.

Perkembangan NTP masing-masing sub sektor pada bulan Februari 2018 terhadap bulan Februari 2017 (year-on-year), empat sub sektor mengalami kenaikan NTP dan sisanya mengalami penurunan.

Kenaikan NTP terbesar pada sub sektor tanaman pangan naik sebesar 9,51 persen, diikuti sub sektor naik perikanan sebesar 4,69 persen, sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 4,34 persen, dan sub sektor peternakan naik sebesar 0,56 persen. Sementara sub sektor hortikultura mengalami penurunan NTP sebesar 2,01 persen. (jnr)

Bagikan artikel ini