Film Dua Negara Siap Tayang Agustus

Film Dua Negara Siap Tayang Agustus

Sebuah film karya sineas Indonesia dan Tiongkok, Boundless Love siap tayang pada Agustus 2018. Kerjasama pembuatan film ini merupakan wujud kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Red and White China dan PT Kamala Media Cipta.

Mereka berhasil mendapatkan investasi berbentuk pendanaan yang bersifat co-production dari Gansu Biaoshi Culture Communication Group.

Hal ini merupakan tindak lanjut Indonesian Creative Incorporated (ICINC) yang telah dilaksanakan pada Mei 2017 di Shanghai. Wang Yiming, seorang Sutradara asal Tiongkok tertarik untuk menggarap sebuah film berjudul Boundless Love.

Film ini didukung oleh berbagai instansi pemerintahan kedua negara, seperti divisi administrasi film Tiongkok, divisi budaya Tiongkok dan divisi hubungan Internasional Tiongkok.

Sementara itu untuk pemerintah Indonesia yang memberikan dukungan adalah Bekraf, Pusbangfilm, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Bandung dan KBRI Beijing.

“Kami melihat pasar Tiongkok secara umum sangat tertarik untuk bekerjasama dengan Indonesia. Kita melihat Tiongkok sebagai pasar kita, berapa banyak nilai ekonomi yang bisa kita tangkap, kami juga akan hadir di Beijing Film Festival untuk mempromosikan hasil kerjasama ini,” ujar Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak saat Sharing Session di Synergy Lounge, Gedung Kementrian BUMN (12/11).

Judul film Boundless Love bila diartikan dari bahasa Mandarin mempunyai arti cinta di khatulistiwa, pemilihan nama dikarenakan lokasi Indonesia yang terletak di khatulistiwa.

Tidak hanya itu Boundless Love memiliki arti yang lebih mendalam, yang menunjukkan bahwa cinta itu tiada batas negara ataupun suku ataupun batas lainnya, sangat sesuai dengan cinta yang terjadi di dalam film ini.

Aktor dan aktris terdiri dari dua negara, aktor pemeran utama dari Tiongkok Shen Hao, aktris pemeran utama Indonesia Putri Ayudya, beserta aktor dan aktris lainnya yang tidak kalah pamor seperti Ray Sahetapy, Ade Firmansyah, Nungki Kusumastuti dan Maryam Supraba.

Pemilihan pemain dilakukan melalui berbagai tahapan antara PT Kamala Media Cipta dengan tim Tiongkok untuk melakukan seleksi. Putri Ayudya terpilih sebagai pemeran utama dari 60 orang yang diseleksi secara ketat.

Putri terpilih karena sutradara Wang Yiming sudah terkesan dari pandangan pertama dengan kemampuan berakting Putri yang menunjukkan wanita periang dipenuhi dengan jiwa muda, dan kedetailannya dalam berakting.

Film ini mengambil beberapa lokasi syuting, yaitu Palembang dan Bandung. Palembang dipilih untuk memperkaya cerita yang tidak lepas kaitannya dengan sungai musi dan jembatan Ampera.

Sedangkan Bandung dipilih karena film ini bernuansakan hubungan antara Indonesia-Tiongkok, dan hubungan kedua negara dimulai dari Konferensi Asia Afrika yang terjadi di Bandung.

“Target marketnya tidak hanya Indonesia dan Tiongkok tetapi juga seluruh dunia. Kita mementingkan pemahaman kebudayaan di kedua negara,” kata sutradara Wang Yiming.

Selama pembuatan film berlangsung, Wang Yiming memiliki kesan yang sangat mendalam kepada masyarakat Indonesia yang ramah dalam menerima tamu. Wang Yiming mengatakan, Bekraf juga memberikan banyak bantuan dan dukungan selama proses pembuatan film Boundless Love.

Diantaranya saat pengambilan gambar di beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung dan Palembang, “hal ini akan kami informasikan kepada filmmaker Tiongkok lainnya bila ingin membuat film di Indonesia,” tambahnya.

Setelah pembuatan film ini selesai pihak produksi telah berencana untuk mengikuti berbagai festival film dunia dan akan ditayangkan di bioskop Indonesia dan Tiongkok. (sak)

Bagikan artikel ini