Formula 4 SEA Ajang Lahirnya Bintang Baru
OLAHRAGA

Formula 4 SEA Ajang Lahirnya Bintang Baru

Pada 1999, Sepang International Circuit, fasilitas F1 paling impresif di Asia Tenggara, menggelar Grand Prix F1 Malaysia.

Selama hampir dua dekade, balapan ini telah menjadi puncak motorsport di Malaysia, dan mendorong berbagai industri terkait motorsport, memajukan berbagai sektor ekonomi, dan menarik investasi internasional yang besar.

Untuk komunitas motorsport di wilayahnya, Formula 4 South East Asia (SEA) Championship – disertifikasi oleh FIA, adalah warisan paling penting dari Grand Prix di Malaysia.

Sebab menyediakan tempat peluncuran karier yang bergengsi dan komprehensif bagi bakat-bakat muda tanpa harus sering meninggalkan sekolah dengan biaya yang lebih efisien daripada kejuaraan F4 lain.

Kejuaraan F4 SEA diselenggarakan oleh Asian Autosport Action yang sejak 1996 di bawah bendera Meritus GP telah membina tujuh pembalap menuju kesuksesan, termasuk mantan pembalap F1 seperti Rio Haryanto dari Indonesia, Narain Karthikeyan dari India, dan Takuma Sato yang tahun ini menjadi pemenang pertama Indianapolis 500 dari Jepang.

Rio mendominasi kejuaraan Formula BMW Pacific 2009 dengan 11 kemenangan dari 15 balapan bersama tim Meritus. Musim perdana F4 SEA pun diikuti oleh 3 pembalap dari Indonesia, yakni Presley Martono, Keanon Santoso, dan Kezia Santoso.

Indonesia adalah tuan rumah F4 SEA yang populer tahun lalu, di mana Presley memenangi balapan dramatis di Sentul hingga kemudian di akhir musim berhasil menjadi juara umum pertama dari kejuaraan. Sekarang, Presley sedang berjuang di Formula Renault 2.0 Eurocup.

Dunia motorsport juga dapat memajukan sebuah negara termasuk Indonesia. Investasi Malaysia di F1 menghasilkan ketertarikan yang besar dari generasi muda yang ingin mengeksplorasi kesempatan di dunia balap dan sekarang mengejar karier di bidang motorsport seperti teknik otomotif dan mesin, dinamika dan analisis mobil balap, jurnalisme olahraga, manajemen acara, dan pendidikan.

Dalam 20 tahun terakhir, tim di belakang F4 SEA telah melatih dan mengembangkan ekosistem balap mobil untuk menciptakan dan merekrut tenaga kerja berketerampilan tinggi dan mempromosikan kewirausahaan.

Setelah hadirnya Formula 1, ekosistem olahraga ini terus tumbuh, dimulai dengan Kejuaraan F4 SEA – langkah pertama menuju F1 di Asia – yang mengedukasi pembalap lokal dan regional serta kru pendukung.

Mulai teknisi, insinyur, staf administrasi, public relations, produser televisi, fotografer, dan barisan profesional yang memilih spesialisasi di industri global berteknologi tinggi ini.

GP F1 Malaysia terakhir akan digelar di akhir September, di mana para pembalap F4 SEA akan berbagi lintasan dengan pahlawan F1 mereka. Membawa warisan GP Malaysia ke masa depan, Kejuaraan F4 SEA sudah berada di pole position untuk melahirkan bintang F1 terbaru dari Asia Tenggara. Bagi mereka, balapan baru sebatas awalnya saja. (sak)