Gamelan – Tarian Indonesia Warga Rusia

Gamelan – Tarian Indonesia Warga Rusia

Tabuhan gamelan dan tarian Indonesia membuat meriah ruangan yang artistik, bersejarah dan bergengsi di Tchaikovsky Conservatory yang ada di Moskow, Rusia. Pertunjukan budaya ini membuat kagum warga Rusia yang menontonnya.

Seperti disampaikan KBRI Moskow dalam rilisnya, Kamis (19/10), konser Indonesia ini diselenggarakan atas kerja sama KBRI Moskow dengan Moscow State Tchaikovsky Conservatory atau Konservatorium Moskow pada Selasa (17/10) waktu setempat.

Konser dengan tema ‘Charming Sounds of Indonesia’ ini dihadiri lebih dari 200 pengunjung warga Rusia yang memenuhi tempat pertunjukan. Mereka terpukau dengan penampilan-penampilan Tim Kesenian KBRI Moskow yang tidak hanya terdiri atas warga Indonesia, tetapi juga warga Rusia.

Kolaborasi tarian dan gamelan membawa pengunjung seakan-akan larut dalam tamasya keliling Indonesia dan menikmati keanekaragaman budaya nusantara. Mereka tidak beranjak dari tempat duduk dari awal hingga akhir konser. Riuh tepuk tangan menggema pada setiap pergantian nomor-nomor yang ditampilkan.

Gamelan mempersembahkan sejumlah nomor, antara lain Ladrang Gati Bayangkara, Udan Mas dengan kulminasi Aja Dipleroki. Sedangkan tarian yang ditampilkan antara lain Pareanom (Surakarta), Berburu (Kalimantan Timur), Merak dan Daun Pulus Keser Bojong (Jawa Barat), Malino (Sulawesi Selatan), Pendet (Bali), Serampang Dua Belas (Sumatera Utara) dan Lancaran Topeng (Jawa).

Wakil Kepala Perwakilan RI Moskow, Lasro Simbolon dalam sambutannya menyebut konser yang hanya memperlihatkan sebagian kecil dari budaya Indonesia ini diadakan sebagai presentasi persahabatan RI-Rusia.

“Bagi Anda yang pernah atau bahkan sering ke Indonesia, konser ini untuk mengingatkan memori indah Anda tentang Indonesia. Bagi yang belum sempat ke Indonesia, terimalah persembahan ini sehingga dapat menggugah Anda untuk berkunjung ke Indonesia, menikmati kekayaan budaya, keindahan alam dan keramahtamahan masyarakat Indonesia,” ucap Lasro Simbolon.

Kepala Departemen Hubungan Internasional pada Moscow State Tchaikovsky Conservatory, Margarita Karatyagina, ikut hadir menikmati pertunjukan ini. Margarita menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama dalam penyelenggaraan konser ini.

“Saya sangat mengagumi Indonesia, mengagumi budayanya, keterbukaannya, dan ketulusan niat orang Indonesia. Saya berharap kerja sama kita dapat terus berlanjut,” kata Margarita.

Salah satu hal yang menarik dari konser budaya Indonesia ini adalah sebagian penari dan pemain gamelan berkewarganegaraan Rusia. Mereka tergabung dalam Tim Kesenian KBRI Moskow. Mereka belajar budaya Indonesia di KBRI Moskow di bawah asuhan koreografer Elisabeth Nur Nilasari dan guru gamelan Tri Koyo.

Beberapa pemain gamelan dan penari warga Rusia ini pernah mempelajari tarian dan gamelan di Indonesia melalui program Darmasiswa dan Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI), tetapi sebagian besar lainnya baru bergabung dengan Tim Kesenian KBRI Moskow sekitar 7-8 bulan lalu, bahkan ada yang baru 2 bulan.

Yulia Ryzhaya, misalnya, menyenangi permainan gamelan dan mulai berlatih di KBRI Moskow bulan April 2017. Di sela-sela kesibukannya bekerja, Yulia menyempatkan datang ke KBRI Moskow tiga kali seminggu untuk latihan. Dia berharap suatu saat dapat memperoleh kesempatan untuk belajar gamelan langsung di Indonesia.

Sementara itu, Ekaterina Makanina sangat piawai membawakan tari Jaipong. Dia belajar Jaipong di Bandung saat mengikuti program Darmasiswa tahun 2014.

Menurut Lasro Simbolon, KBRI Moskow menempatkan promosi dan kerja sama budaya sebagai salah satu prioritas kerja sama bilateral. Seni dan budaya sangat penting untuk mengikat persahabatan yang kokoh antara kedua bangsa. KBRI Moskow juga membuka kesempatan kepada warga Rusia untuk mempelajari budaya Indonesia, seperti tarian, bahasa, gamelan dan pencak silat.

“Kami mengundang hadirin dan warga Rusia lainnya yang tertarik mempelajari tarian Indonesia dan gamelan untuk datang langsung dan berlatih di KBRI Moskow. Kami jamin semuanya gratis,” ujar Lasro Simbolon dalam sambutannya. (dtc)

Bagikan artikel ini