Grebeg Berkah Jonegaran di Bojonegoro

Grebeg Berkah Jonegaran di Bojonegoro

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro acara menggelar Grebeg Berkah Jonegaran yang menjadi kegiatan puncak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-340 kabupaten pada 19 Oktober mendatang.

“Upacara Grebeg Berkah Jonegaran akan ditandai dengan arak-arakan tumpeng yang berisi berbagai macam produk hasil pertanian setinggi 1,75 meter,” kata Kasi Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Yanto Munyuk di Bojonegoro, pekan lalu seperti dikutip Antara Jatim.

Tumpeng itu, lanjut dia, diiringi tumpeng dari 28 kecamatan yang juga berisi produk hasil pertanian di daerahnya masing-masing. Dalam iring-iringan tumpeng langsung dipimpin Bupati Bojonegoro Suyoto dengan didampingi Ketua DPRD Mitro’atin, juga pejabat di daerah yang lainnya termasuk 28 camat. “Tumpeng yang berisi hasil pertanian akan berangkat dari pendopo pemkab menuju alun-alun dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Menurut dia, panitia akan memasang pagar besi di jalan masuk di alun-alun menuju panggung agar tumpeng tidak direbut penonton. “Di acara Grebeg Berkah Jonegaran yang lalu selalu tumpeng yang berisi hasil bumi direbut penonton sebelum acara dimulai,” ucapnya.

Padahal, kata dia, tumpeng yang berisi hasil bumi itu tetap menjadi rebutan masyarakat, tetapi sebelumnya harus terlebih dulu didoakan.

“Ya harapan adanya Grebeg Berkah Jonegaran agar masyarakat yang memperoleh hasil bumi dari rebutan bisa memperoleh berkah, sebab sudah didoakan terlebih dulu,” katanya.

Sebelum acara Grebeg Berkah Jonegaran, kata dia, akan didahului dengan prosesi pengambilan api dari Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.

Api yang diambil dari lokasi objek wisata itu akan dibawa 40 personel dari warga Ngasem, untuk selanjutnya dibawa oleh 17 atlet pelari dari kepolisian resor (polres) menuju Bojonegoro. “Api akan disemayamkan di pendopo pemkab selama pelaksanaan Grebeg Berkah Jonegaran,” ujarnya.

Ia menambahkan prosesi Grebeg Berkah Jonegaran yang sudah digelar empat kali di daerah setempat merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas berkah hasil bumi yang sudah diberikan.

“Semua desa dan kelurahan (430 desa/kelurahan) diimbau membawa tumpeng makanan yang bisa dimakan bersama warga lainnya di dalam acara “Grebeg Berkah Jonegaran”,” tuturnya. (sak)

Bagikan artikel ini