Hoslih Abdullah, Ketua KONI Surabaya

Hoslih Abdullah, Ketua KONI Surabaya

Hoslih Abdullah secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya periode 2017-2021. Terpilihnya itu dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Surabaya di Hotel Sahid, Jl Raya Gubeng, Minggu (30/7) malam.

Dalam pemilihan ini, sebelumnya ada satu orang lain yang mendapat dukungan dari Persatuan Sepak Takraw Indonesia yakni M Sadeli. Namun, karena tak bisa menunjukkan surat dukungan kepada panitia, dukungan M Sadeli digugurkan.

“Karena, Pak Sadeli tidak bisa menunjukkan surat dukungan maka dengan terpaksa harus digugurkan. Sedangkan Pak Hoslih sudah menujukkan surat dukugan dan kesediaan maju, maka dengan ini secara aklamasi kami nyatakan sebagai Ketua Umum KONI Surabaya periode 2017-2021,” kata Ketua Sidang Djunaidi saat memimpin sidang.

Hoslih Abdullah mengatakan jika keputusannya maju berdasarkan hasil diskusinya dengan pihak-pihak terkait. “Jadi saya sudah komunikasi dengan KONI Jatim, cabor, temen-temen KONI Surabaya, mereka memberi saya kepercayaan maka saya dengan mengucapk bismillah akhirnya maju,” terang pria yang akrab dipanggil Cak Dullah ini.

Setelah terpilih ini, dia berjanji, kepercayaan akan selalu dijaga sehingga amanah yang diberikan akan dijalankan sebaik-baiknya. Untuk itu, ia sudah menyiapkan beberapa program yang akan dijalankan baik jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Yang pasti, pertama ini kita akan menyusun kepengurusan dulu baru nyusun program kedepan,” jelasnya.

Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengingatkan masalah pertanggung jawaban dana hibah yang diterima oleh KONI Kota Surabaya.

Wakil Ketua Umum KONI Jatim Bidang Organisasi, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, saat ini pemerintah dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan beberapa penegak hukum lainnya yang tidak akan pandang bulu terhadap pertanggungjawaban dana hibah.

“Jadi, semua harus sesuai dengan aturan main. Saya ini salah satu korban dana hibah tapi Kadin. Jadi, hati-hati dalam menggunakan dana hibah, harus dipertanggung jawabkan dengan baik,” ungkap La Nyalla.

Selain itu, La Nyalla mengatakan jika Kota Surabaya harus bisa mempertahankan prestasi yang sudah berhasil diraih selama ini.

Senada dengan La Nyalla, mantan Ketua KONI Surabaya, Yusuf Husni, mengatakan kepengurusan baru harus bisa mempertangungg jawabkan program dan keuangan. (ist)

Bagikan artikel ini