Ijen Dilengkapi Fasilitas Kenyamanan

Ijen Dilengkapi Fasilitas Kenyamanan

Kawasan wisata Gunung Ijen dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sehingga bisa menambah kenyamanan dan keselamatan wisatawan tanpa harus mengganggu aspek ekologi.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyuwangi MY Bramuda di Banyuwangi, Rabu menyatakan Kementerian LHK melalui BKSDA Jatim sebelumnya telah menyampaikan rencana menambah sejumlah fasilitas pendukung. Rencana itu disampaikan saat pejabat BKSDA Jatim bertemu dengan pejabat Pemkab Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Sesuai paparan BKSDA, kata dia, sejumlah fasilitas yang akan dibangun adalah ruang kesehatan, pagar pengaman bibir kawah, embung air, dan tandon air. Selain itu, ada mushalla, lahan parkir, ruang intepretasi wisata, tempat pantau satwa, pos pengendalian kebakaran, camping ground, perbaikan jalur pendakian dan beberapa fasilitas lainnya.

“Menurut BKSDA, itu juga bagian dari evaluasi. Misalnya soal fasilitas kesehatan. Beberapa kali ada wisatawan yang punya asma lalu kambuh saat mendaki Kawah Ijen, kemudian dilarikan ke Puskesmas Licin, tapi sudah meninggal duluan karena jarak ke puskesmas cukup jauh.

Sehingga dirasa perlu ada fasilitas ruang kesehatan di kaki Gunung Ijen. Kemudian juga banyak keluhan soal air, maka fasilitas air ditambah,” ujarnya.

Bramuda menjelaskan dalam pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen, wewenang Pemkab Banyuwangi hanya sebatas menyediakan fasilitas pendukung menuju kaki gunung atau yang biasa disebut kawasan Paltuding, sedangkan di taman wisatanya adalah wewenang BKSDA.

“Contohnya, memperbaiki jalan menuju kaki Gunung Ijen yang di area Pemkab Banyuwangi itu tugas dan domain kami, sedangkan Paltuding hingga puncak itu 100 persen sepenuhnya otoritas BKSDA karena aturannya memang seperti itu, dan mereka memang yang lebih paham,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, BKSDA menyatakan akan menambah kenyamanan wisatawan di Gunung Ijen dengan membangun sejumlah sarana penunjang. Hal itu diungkapkapkan Kepala Balai Besar BKSDA Jawa Timur Ayu Dewi Utari saat bertemu dengan Yusuf di Banyuwangi.

“Kami sedang melakukan pembangunan beberapa sarana prasarana di kawasan Paltuding hingga ke kawasan puncak Ijen. Ini adalah bagian dari sinkronisasi pembangunan Ijen,” kata Ayu.

Sebagai kawasan konservasi, lanjut Ayu, proses pembangunannya tetap memperhatikan kealamian kawasan Ijen. “Sebagai salah satu destinasi, kami juga bertanggung jawab agar pengunjung nyaman saat berkunjung ke sini. Pengembangannya tetap mengedepankan konsep konservasi. Sehingga ke depannya, Ijen ini benar-benar layak untuk dikunjungi,” ujarnya.(ant)

Bagikan artikel ini