Ikan, Primadona Ekspor Indonesia

Ikan, Primadona Ekspor Indonesia

Indonesia merupakan negara yang amat kaya akan hasil alam. Tak heran jika kemudian Indonesia berhasil mengekspor berbagai jenis komoditi ke negara lain. Tak hanya produk langka yang sulit ditemui di luar negeri, produk konsumsi harian pun laku keras di pasar internasional.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia tentunya memiliki kekayaan laut yang berlimpah. Tidak aneh jika dua hasil produksi perikanan seperti ikan hidup dan ikan konsumsi turut menjadi penyumbang ekspor yang berpengaruh bagi negara kita. Keduanya termasuk dalam jajaran produk Indonesia yang menjadi primadona ekspor.

Meskipun termasuk dalam salah satu komoditi ekspor, nyatanya tak semua jenis ikan hidup dapat diekspor. Ada beberapa jenis ikan yang tidak dapat diekspor berdasarkan kriteria tertentu.

Ikan dan anak ikan arwana jenis Scleropages Formosus, misalnya sama sekali tidak boleh diekspor. Begitu pula dengan benih ikan sidat atau Anguila Spp. di bawah ukuran 5 mm.

Sementara itu, ikan hias air tawar jenis Botia macracanthus dengan ukuran 15 cm ke atas juga tak boleh diekspor.

Jika ingin mengekspor udang galah air tawar juga harus dipastikan ukurannya berada di atas 8 cm. Anda juga tidak diperbolehkan mengekspor induk dan calon induk udang Penaeidae.

Indonesia sudah tercatat sebagai negara pelaku ekspor produk perikanan yang besar ke berbagai negara.

Sepanjang tahun 2017 lalu, setidaknya sebanyak 10.960 kg ton ikan dikirim ke luar negeri melalui Perairan Banten.

Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Merak mencatat, sepanjang tahun 2017, sekitar 10,9 ton ekspor perikanan tersebut telah mendapat sertifikasi dan bernilai Rp1,22 triliun.

Adapun jenis ikan yang diekspor antara lain kakap, kembung, tuna, dan tongkol. Sementara itu, negara tujuan ekspor utama di antaranya Taiwan, Thailand, Vietnam, Korea, Tiongkok, dan beberapa negara Eropa seperti Jerman Timur, Jerman Barat, dan Rusia. (sak)

Bagikan artikel ini